Kamis, 22/12/2016 18:01 WIB
China meluncurkan satelit untuk memantau tingkat karbon dioksida di atmosfir, Kamis (22/12). Satelit ini akan melacak secara tepat pemanasan global yang terjadi di bumi dari luar angkasa.
Satelit yang diberi nama TanSat memungkinkan China untuk melihat lebih dekat dampak gas emisi yang berakibat pada efek rumah kaca, dan memberi kesempatan pada negeri Tirai Bambu untuk mengurangi gas karbon di atmosfir.
“Teknologi ini akan melacak sumber gas rumah kaca dan mengevaluasi polusi di setiap negara, “ tulis media pemerintah Cina dikutip dari Phsy.
Sebelumnya, China telah menandatangi kesepakatan perubahan iklim di Paris dan berkomitmen untuk membatasi pemanasan global yang beberapa tahun terakhir terus meningkat.
Wanita di China Lempar Uang Setara Rp2,5 Miliar dari Balkon Apartemen
China Anggap Wajar Aktivitas Militer dekat Perairan Taiwan
Bertemu Dubes China, Mendes Dorong Kerja Sama Pengentasan Daerah Tertinggal
Amerika Serikat dan China sebagai negara industri memang diketahui bertanggung jawab atas 40 persen gas emisi di dunia. Oleh karena itu, kedua negara sangat dituntut berpartisipasi dalam mengurangi bumi lebih panas lagi.
Keyword : Sains Satelit China Pemanasan Global