Rabu, 06/04/2022 11:52 WIB
MADRID, Jurnas.com - Pemerintah Portugal memutuskan untuk mengusir sejumlah diplomat Rusia. Pengusiran itu sebagai tanggapan atas invasi Beruang Merah ke Ukraina pada 24 Februari 2022.
Dikutip dari TASS, Kementerian Luar Negeri Portugal di situs webnya pada Selasa mengatakan, Pemerintah Portugal telah memutuskan untuk mendeklarasikan sepuluh staf kedutaan Rusia persona non grata.
"Kementerian luar negeri mengumumkan bahwa hari ini pemerintah Portugal memberi tahu duta besar Rusia tentang keputusannya untuk menyatakan personae non gratae sepuluh staf misi diplomatik ini, yang tindakannya bertentangan dengan keamanan nasional," kata pernyataan itu.
Para diplomat Rusia tersebut akan meninggalkan negara itu dalam waktu dua minggu. "Pemerintah Portugal mengulangi kecaman tegas dan tegas atas agresi Rusia di Ukraina," kata kementerian itu.
Puluhan diplomat Rusia diusir dari Jerman, Prancis, Italia dan Denmark mulai Senin lalu. Tercatat jumlah diplomat Rusia yang diusir di Jerman mencapai 40 orang, Prancis 35 orang, Italia 30 orang dan Denmark 15 orang.
Sementara, Lithuania pada Hari Senin mengatakan pihaknya mengusir Duta Besar Rusia terkait invasi di Ukraina. Adapun Denmark mengambil sikap agak berbeda. Kendati mengusir para diplomat, mereka tidak ingin memutuskan hubungan diplomatik dengan Moskow, sehingga duta besar dan beberapa staf lainnya tidak diusir.
Pada 24 Februari, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi pagi hari bahwa ia telah meluncurkan operasi militer khusus di Ukraina sebagai tanggapan atas permintaan bantuan dari para pemimpin republik Donbass.
Ia menekankan bahwa Moskow tidak berniat menduduki wilayah Ukraina, satu-satunya tujuan operasi, pemimpin menekankan, adalah demiliterisasi dan denazifikasi Ukraina.
Sebagai tanggapan, Amerika Serikat (AS) dan sekutunya, Inggris, Uni Eropa dan beberapa negara lain menjatuhkan sanksi kepada individu dan perusahaan Rusia.
Keyword : Pemerintah PortugalDiplomat Ruria Diusir