Megawati Konsumsi Rebusan, Sekjen PDIP Singgung Perlawanan Kultural vs Kapitalisme

Kamis, 31/03/2022 12:09 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto terkejut ketika mendapati Megawati Soekarnoputri (Presiden Kelima RI) sarapan dengan menu aneka makanan rebusan.

Hasto pun merasakan getaran bahwa Megawati adalah sosok yang konsisten (selaras antara ucapan dan perbuatan, red) dan menjadi contoh dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. 

"Sarapan Beliau ternyata dari jagung, pisang, umbi-umbian, dan ketela pohon. Semua direbus dan hadirlah menu makanan yang sehat”, ujar Hasto, Kamis (31/3/2022).

Kata Hasto, apa yang dilakukan Putri Proklamator Kemerdekaan Ir. Soekarno itu berkaitan dengan seruan Beliau agar bangsa Indonesia berdikari dalam bidang pangan.

Yakni dengan menggelorakan kembali seluruh khasanah budaya makanan yang berasal dari desa, yang begitu kaya dengan tradisi makanan tanpa minyak ternyata menyentuh aspek mendasar tentang bagaimana Indonesia berdikari dalam pangan.

"Seruan Ibu Megawati untuk menghadirkan kembali varian makanan yang bisa ditanam dan diolah sendiri oleh masyarakat, termasuk kemampuan memproduksi minyak goreng dari kelapa, ternyata sebagai jawaban strategis, bagaimana Indonesia bangga dengan makanan nusantara-nya yang begitu beragam, dan jika dikelola baik oleh ahli gizi dan tata boga, bisa memenuhi standar makanan yang sehat."

"Ketika seluruh desa bergiat menanam tanaman yang bisa dimakan, termasuk membuat minyak sendiri dari kelapa, dan hal tsb dilakukan secara masif, itu merupakan langkah kongkret untuk melawan kapitalisme,” papar Hasto.

Ia juga menyinggung kelangkaan minyak goreng berbasis CPO dan penggorengan harga yang mencekik rakyat, merupakan praktik kapitalisme dengan mengendalikan distribusi demi kepentingan pemburu rente yang berkolusi dengan oknum pejabat. Hal inilah yang menyebabkan kelangkaan minyak goreng.

"Berbagai praktek kapitalisme sebagai napsu mencari keuntungan tersebut harus dihadapi dengan menghadirkan struktur ekonomi yang berkeadilan dimana rakyat menjadi pelaku utama perekonomian nasional,” ujar Sekjen PDI Perjuangan.

Seluruh kepala daerah dari PDI Perjuangan, lanjut Hasto, diinstruksikan untuk bekerja sama dengan perguruan tinggi, melakukan riset dan inovasi, untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi rakyat, agar berdampak langsung bagi kemajuan perekonomian desa.

Kata Hasto, krisis minyak goreng memberi pelajaran penting, agar desa bangkit dan berdaulat dalam bidang pangan, melalui cara-cara berdikari yang dijalankan dengan cara gotong royong.

"Mendorong kemajuan desa jauh lebih penting sebagai tugas kepala desa, dibandingkan tindakan sebagian kepala desa yang sekedar menyuarakan aspirasi yang dimobilisasi terkait dengan issue-issue politik yang berpotensi melanggar konstitusi," tuntas Hasto Kristiyanto, Sekjen DPP PDI Perjuangan.

TERKINI
Lima Air Rebusan yang Ampuh Hancurkan Lemak Perut Ini Hobi yang Sangat Dilarang dalam Agama Islam, Apa Saja? Iran Tutup Selat Hormuz Lagi, Timur Tengah Terus Memanas Tiga Gunung Paling Angker di Jawa, Tidak Cocok untuk Anda yang Penakut