Jum'at, 18/03/2022 08:24 WIB
WASHINGTON, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Antony Blinken mengatakan setuju dengan Presiden Joe Biden bahwa kejahatan perang telah dilakukan di Ukraina dan para ahli AS sedang mengumpulkan bukti untuk membuktikannya.
Sehari sebelumnya, Biden kepada wartawan mengatakan yakin Presiden Rusia Vladimir Putin adalah "penjahat perang" tetapi Gedung Putih kemudian mengatakan tidak ada keputusan resmi yang dibuat mengenai potensi pelanggaran hukum internasional sejak invasi Rusia 24 Februari ke Ukraina.
"Secara pribadi, saya setuju," kata Blinken dalam konferensi pers di Departemen Luar Negeri dikutip dari Reuters pada Jumat (18/3).
"Dengan sengaja menargetkan warga sipil adalah kejahatan perang," kata Blinken, menambahkan bahwa ia merasa "sulit untuk menyimpulkan bahwa Rusia melakukan sebaliknya" setelah kehancuran selama beberapa minggu terakhir.
Inggris Rayu Ukraina Amankan Selat Hormuz dari Iran
Kemenlu Palestina Desak Gencatan Senjata Secara Menyeluruh
Trump: Satu-satunya yang Memutuskan Gencatan Senjata Adalah Saya
Kremlin menyebut komentar Biden sebagai "retorika yang tidak dapat diterima dan tidak dapat dimaafkan." Moskow mengatakan sedang melakukan "operasi militer khusus" untuk melucuti senjata dan "denazifikasi" tetangganya dan telah menolak klaim menargetkan warga sipil.
Blinken menceritakan insiden baru-baru ini di rumah sakit, sekolah, dan teater yang dibom Rusia tempat warga sipil berlindung, dan mengatakan mereka adalah bagian dari "daftar panjang serangan terhadap lokasi sipil, bukan militer, di seluruh Ukraina".
Duta Besar baru Washington untuk Peradilan Pidana Global Beth Van Schaack, yang dikonfirmasi Senat AS pada Selasa, akan memimpin upaya Departemen Luar Negeri yang bertujuan untuk "mendokumentasikan dan mengevaluasi potensi kejahatan perang yang dilakukan di Ukraina," kata Blinken.
"Kami akan memastikan bahwa temuan kami membantu upaya internasional untuk menyelidiki kejahatan perang dan meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab," kata Blinken.
Jaksa kepala Pengadilan Kriminal Internasional, Karim Khan, mengunjungi Ukraina dan negara tetangga Polandia minggu ini setelah pengadilan membuka penyelidikan atas kemungkinan kejahatan perang dalam konflik awal bulan ini.