Jadi Pusat Pengungsi, Walikota Lviv Minta Eropa Kirim Senjata

Minggu, 13/03/2022 21:58 WIB

Kyiv, Jurnas.com - Kota Lviv yang berlokasi di barat Ukraina kini menjadi pusat pengungsian, bagi warga yang melarikan diri dari konflik akibat invasi Ukraina.

Oleh karena itu, Walikota Lviv, Andriy Sadovyi meminta Uni Eropa segera mengirimkan bantuan berupa peralatan militer hingga rompi antipeluru.

"Lebih dari 200.000 orang datang ke Lviv, dan tanggung jawab saya, tugas saya adalah memberi mereka hasil maksimal. Itu tugas saya," kata Andriy Sadovyi dikutip dari BBC pada Minggu (13/3).

"Serangan pagi ini sangat mengejutkan. Saya mengadakan pertemuan dengan politisi Polandia dan walikota Polandia. Saya mengirim pesan yang sangat kuat, 20 kilometer dari perbatasan Uni Eropa," ujar Sadovyi.

"Kami membutuhkan peralatan militer, kami membutuhkan rompi anti peluru, kami membutuhkan (helm). Kami membutuhkan dukungan dan bantuan bersama, bantuan (untuk) pengungsi, dan bantuan (untuk) pasukan Ukraina," sambung dia.

Saat ditanya apakah Lviv sebagai kota yang dekat dengan negara NATO adalah target Rusia, Sadovyi menegaskan bahwa Lviv berada dalam situasi yang sama dengan kota-kota lain di Ukraina, karena sulit untuk memprediksi apa target selanjutnya.

Dalam pesan terakhir kepada negara-negara NATO, dia menyebut perang datang lebih dekat ke perbatasan Ukraina-Uni Eropa.

"Kami membutuhkan langit tertutup, kami membutuhkan peralatan militer. Kami membutuhkan keputusan hari ini. Kita butuh rompi anti peluru hari ini, bukan besok. Besok, rudal Rusia selesai di Uni Eropa," tutup dia.

TERKINI
IRGC Sebut Sanksi Ekonomi Justru Rugikan AS Dibanding Iran Korban Agresi Israel ke Palestina Terus Bertambah, Tembus 73.651 Orang Tak Cuma Anak Krakatau, Ini 7 Gunung Berapi Aktif dekat Jakarta Awas Bahaya Abu Vulkanik yang Menempel di Mobil dan Motor