Minggu, 13/03/2022 13:55 WIB
Magelang, Jurnas.com - Tokoh seniman tradisional, H. Syakirun atau akrab dengan nama beken Kirun mendaulat Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar yang beken disapa Cak Imin sebagai Panglima Budaya Indonesia.
"Kita deklarasikan dan bersama-sama kita daulat Gus Muhaimin sebagai Panglima Budaya Indonesia," kata Kirun di sela Pegelaran Budaya Wayang Kulit di Kompleks Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (12/3) malam.
Kirun yang hadir bersama Ki Warseno Slenk, Presiden Lima Gunung Sutanto Mendut dan ratusan pecinta seni dan budaya tradisional menitipkan amanah kepada Cak Imin untuk terus menjaga dan melestarikan seni dan budaya asli Indonesia.
Dia menyentil banyaknya kelompok yang belakangan menyuarakan penolakan terhadap seni dan budaya luhur bangsa seperti wayang yang disebut haram. Menurut Kirun, hakikatnya mereka belum memahami makna suci dari setiap pagelaran serta tradisi yang dilakukan masyarakat.
Raphinha Ingin Bremer Perkuat Lini Belakang Barcelona
Dapat Perlindungan, Dua Pesepak Bola Wanita Iran Resmi Menetap di Australia
Cedera Kronis, De Ligt Terancam Absen hingga Akhir Musim
"Saya dulu pernah tanya Gus Dur. Gus, saya mewakili dalang-dalang mau tanya hukumnya wayang. Di luar dugaan Gus Dur menjawab wayang haram, kalau dimakan. Kalau ditonton ya ndak haram," tutur Kirun disambut gelak tawa hadirin.
Sementara Cak Imin menegaskan komitmennya untuk menjadikan budaya sebagai panglima di negara ini. Menurutnya, saat budaya menjadi panglima, maka akan terwujud sebuah kolaborasi yang kuat.
"Kemudian akan lahir ruang yang luas dan pencerdasan terus menerus. Jadi, bangsa akan kuat karena kebudayaan," ujar Cak Imin.
Keponakan Gus Dur ini menambahkan, zaman Bung Karno, politik dijadikan sebagai panglima. Namun kemudian terjadi kejatuhan. Selanjutnya pada era presiden Soeharto, ekonomi menjadi panglima. Lagi-lagi terjadi kejatuhan.
"Kita ingin menyelamatkan demokrasi, reformasi. Kita tidak boleh lemah. Semua harus menyatu dalam kebudayaan," sebutnya.
Ke depan, kata Cak Imin, semua harus terus bergerak menguatkan budaya bangsa. Kalau ini berlangsung, maka Indonesia akan makmur, sejahtera, dan bahagia.
"Dulu ada dua, ekonomi dan pembangunan fisik. Pembangunan ke depan adalah yang membahagiakan dan sejahtera," terangnya.
Dalam kesempatan itu, Cak Imin juga mengingatkan, bangsa ini memiliki para wali, kiai, dan pesantren. Mereka mampu menyatukan berbagai ajaran yang akhirnya menjadi budaya bangsa.
"Bahkan mengokohkan kekuatan bangsa, sehingga punya daya tahan yang kuat. Jadi kita harus berterima kasih kepada para wali, kiai yang telah mengajarkan keteladanan," tuturnya.
Cak Imin juga mengapresiasi API Tegalrejo. Menurutnya acara ini sangat luar biasa dan bisa menuntaskan perbedaan yang muncul, seperti halnya wayang.
"Menjawab seluruh gejolak yang tiba-tiba muncul. Kita patut memberikan apresiasi kepada Tegalrejo," katanya.