Kamis, 10/03/2022 13:00 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengapresiasi keinginan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas untuk mengundang pemimpin tertinggi Gereja Katolik, Paus Fransiskus ke Indonesia. Dasco mengungkapkan, bahwa hal tersebut sejalan dengan kondisi Indonesia yang tidak berlandas pada agama tertentu.
“Saya pikir apa yang dilakukan oleh Menteri Agama tidak salah ya, karena negara kita ini bukan hanya (untuk) agama tertentu,” jelas Dasco saat memberikan pernyataan kepada awak media, di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Rabu (9/3).
Selain dirasa mampu mengakomodir kepentingan dari salah satu agama yang ada di Indonesia, rencana mengundang pemimpin Vatikan tersebut diapresiasi oleh politisi Partai Gerindra ini sebagai salah satu cara untuk menunjukan kepada dunia bahwa Indonesia merupakan bangsa yang bhineka.
“Tokoh internasional dari satu agama, kemudian datang diundang ke Indonesia itu juga mencerminkan kita satu bangsa yang bhineka. Ya, tentunya tamu dari mana pun kita harus sambut dengan baik,” tambah Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan (Korekku) tersebut.
Yaqut Cholil Siap Buka-bukaan di Sidang Korupsi Kuota Haji
Menag Ajak Pertahankan Budaya Siri`, Cegah Lahirnya Konflik Sosial
Dasco: Tak Ada PHK Massal di TikTok dan Tokopedia
Dilansir dari situs resmi Kementerian Agama RI, Menag Yaqut Cholil Qoumas berkeinginan mengundang pemimpin umat Katolik Paus Fransiskus ke Indonesia untuk melihat keberagaman yang ada di Indonesia. Dalam kesempatan yang berbeda, Menag juga mengungkapkan keinginannya untuk mengundang Grand Syeikh Al-Azhar, Ahmed Al-Tayeb.