Waspadai Korea Utara, Militer AS Tingkatkan Pengawasan dan Pertahanan Rudal

Kamis, 10/03/2022 09:15 WIB

SEOUL, Jurnas.com -  Militer Amerika Serikat (AS) telah meningkatkan pengawasan dan pengumpulan pengintaian di Laut Kuning dan meningkatkan kesiapan pertahanan rudal balistiknya setelah peningkatan signifikan dalam pengujian rudal Korea Utara.

Korea Utara melakukan sejumlah rekor uji coba rudal pada Januari, termasuk senjata terbesarnya sejak 2017, dan setelah jeda selama sebulan meluncurkan dua roket pekan lalu yang disebutnya sebagai uji coba sistem satelit mata-mata.

"Kami telah menjelaskan keprihatinan kami atas peningkatan signifikan dalam kegiatan uji coba rudal DPRK (Korea Utara), yang merusak perdamaian dan keamanan dan mengganggu stabilitas kawasan dan masyarakat internasional," kata Komando Indo-Pasifik (INDOPACOM) dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, Kamis (10/3).

Pernyataan tersebut menambahkan, mengingat hal ini, pada Senin INDOPACOM memerintahkan peningkatan intelijen, pengawasan, dan kegiatan pengumpulan pengintaian di Laut Kuning, serta "peningkatan kesiapan" di antara pasukan pertahanan rudal balistik AS di wilayah tersebut.

Peluncuran rudal Korea Utara bisa menjadi dasar untuk kembalinya uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) dan bom nuklir tahun ini, Direktorat Intelijen Nasional AS (DNI) mengatakan dalam Penilaian Ancaman Sedunia tahunan yang dirilis minggu ini.

Korea Utara belum melakukan uji coba nuklir atau meluncurkan ICBM jarak jauh sejak 2017, tetapi telah menyarankan untuk melanjutkan pengujian itu karena pembicaraan denuklirisasi terhenti.

Washington mengatakan pihaknya terbuka untuk pembicaraan tanpa prasyarat, tetapi Pyongyang mengatakan tawaran seperti itu tidak tulus selama Amerika Serikat dan sekutunya mempertahankan "kebijakan bermusuhan" seperti sanksi dan latihan militer.

Juga pada Kamis INDOPACOM membagikan foto-foto pembom strategis B-52 berkemampuan nuklir AS yang terbang dari Pangkalan Angkatan Udara Andersen di Guam.

"AS tetap berkomitmen pada diplomasi yang serius dan berkelanjutan menuju denuklirisasi penuh Semenanjung Korea," kata INDOPACOM.

TERKINI
Studi: Urine Manusia Berpotensi Jadi Pupuk Hemat Energi, Ini Cara Kerjanya Lestari Moerdijat: Dukung Peningkatan Peran Perempuan dalam Pembangunan Wisuda ITS, Mentrans Kenang Pengabdian Abdul Rohid Pemerintah Diminta Prioritaskan Keamanan WNI di Lebanon