Australia Masukkan Semua Hamas Sebagai Kelompok Teroris

Jum'at, 04/03/2022 13:35 WIB

SYDNEY, Jurnas.com - Australia memasukkan seluruh gerakan Palestina Hamas  sebagai organisasi teroris, menyebut langkah itu sebagai pencegah kekerasan politik dan agama dan membawa Australia sejalan dengan Amerika Serikat (AS), Uni Eropa, dan Inggris.

Australia selama dua dekade melarang sayap paramiliter Hamas, Brigade Izz al-Din al-Qassam, sebagai organisasi teroris. Bulan lalu mengatakan, ingin meningkatkan daftar itu ke seluruh organisasi, sebuah proses yang melibatkan konsultasi dengan para pemimpin negara bagian dan teritori Australia.

Perubahan tersebut menempatkan Australia pada langkah yang sama dengan sekutunya, yang juga bergerak memperketat penentangan mereka terhadap badan yang berkuasa di Gaza, dengan alasan aksesnya ke persenjataan canggih dan fasilitas pelatihan teroris.

"Ideologi kebencian dari kelompok teroris dan mereka yang mendukung mereka tidak memiliki tempat di Australia," kata Menteri Dalam Negeri Australia, Karen Andrews dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, Jumat (4/3).

"Hukum kami yang kuat menargetkan tidak hanya aksi teroris dan teroris, tetapi juga organisasi yang merencanakan, membiayai, dan melakukan tindakan menjijikkan ini," tambahnya.

Ia mengatakan, daftar organisasi adalah pencegah ekstremisme kekerasan dan mengirim pesan bahwa Australia mengutuk penggunaan kekerasan untuk mencapai tujuan politik, agama atau ideologis.

Dengan masuknya Hamas sebagai kelompok teroris, maka pembiayaan atau dukungan lain kepada organisasi ini akan dilarang.

Hamas memiliki sayap politik dan militer, keduanya sekarang ditunjuk. Ia telah memerintah Jalur Gaza sejak perang saudara pada 2007 ketika mengusir pasukan yang setia kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang didukung Barat.

Abbas tetap dominan di wilayah Palestina di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Australia menyusun daftar kelompok teroris yang ditunjuk, yang sekarang berjumlah 28. Baru-baru ini Australia mendaftarkan tiga kelompok lainnya, yakni Hay`at Tahrir al-Sham dan Hay`at Tahrir al-Sham, yang berbasis di Suriah, dan Ordo Sosialis Nasionalis, grup yang berbasis di AS.

TERKINI
Studi Global Ingatkan Konservasi Alam Tak Bisa Abaikan Warga Lokal Persib Ajak Bobotoh Jaga Kondusivitas Jelang Laga Penutup di GBLA Pemanasan Global Disebut 5.000 Kali Lebih Cepat dari Evolusi Padi Prabowo Terpukul, Pertumbuhan Ekonomi 35 Persen Tapi Kemiskinan Meningkat