Komisi VII Dorong Industri Pemberdayaan UMKM Indonesia

Selasa, 22/02/2022 10:34 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Mengetahui potensi besar peran industri tepung terigu di Indonesia, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Maman Abdurrahman berharap industri tepung terigu berkontribusi terhadap pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Pasalnya, sebagian besar UMKM, yang bergerak di sektor makanan, tengah menghadapi krisis di masa pandemi Covid-19.

"Keberadaan industri tepung ini telah memberikan pemasukan negara yang besar. Kami mendorong industri tepung juga ikut memberdayakan UMKM, mulai dari peningkatan kualitas produk, marketing, dan juga mungkin bantuan modal," tutur Maman usai memimpin Kunjungan Kerja Komisi VII DPR RI ke PT Indofood-Divisi Bogasari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (21/2).

Lebih lanjut, politisi Partai Golkar itu menilai peran industri dalam memberdayakan UMKM akan turut membuka lapangan kerja di tingkat daerah.  Bergerak di bidang yang sama, industri dapat bahu-membahu mengedukasi UMKM untuk fokus mengolah potensi daerah, terutama di bidang kuliner.

Di sisi lain, ia pun mendorong Kementerian Perindustrian untuk menyederhanakan tahapan sertifikasi UMKM sekaligus distribusi produk. Dengan membangun koordinasi lintas kementerian, seperti BPOM, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian bisa membangun iklim bisnis yang membuka peluang UMKM untuk memperoleh pangsa besar, baik nasional maupun internasional.

“UMKM di negara kita (jumlahnya) besar sekali. Ternyata di tengah pandemi, buffer zone yang mengamankan masyarakat agar tidak terlalu jatuh dan terjerembab adalah UMKM. Kita mengapresiasi upaya yang sudah dilakukan. Namun, negara dan industri harus  terus memacu dan ditingkatkan kembali (pemberdayaan UMKM),” tandas legislator daerah pemilihan (dapil) Kalimantan Barat I tersebut.

TERKINI
Hari Berkabung Daerah Kalbar Setiap 28 Juni, Ini Sejarah dan Tujuannya Ini Keutamaan Memiliki Banyak Keturunan Menurut Islam 8 Hiburan Khas Betawi yang Dulu Wajib Ada Saat HUT Jakarta Pangkas 750 Perusahaan Plat Merah, Presiden Tegaskan BUMN Harus Efisien