Rabu, 12/08/2026 19:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Rabiul Awal, umat Islam di berbagai daerah tak hanya memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi juga semakin giat melaksanakan berbagai amalan sunnah.
Salah satunya adalah puasa Senin-Kamis, ibadah sunnah yang diyakini membawa banyak keutamaan.
Puasa ini termasuk ibadah rutin yang dilakukan Rasulullah SAW. Hari Senin dipilih karena bertepatan dengan hari kelahiran beliau.
Sementara hari Kamis disebut sebagai hari diangkatnya amalan manusia kepada Allah SWT.
Salah Sebut Nama Saat Ijab Kabul, Bagaimana Hukum Nikahnya?
Tiga Peristiwa Besar Nabi Muhammad di Bulan Rabiul Awal
Mengenal Kitab Maulid Simtuddurar dan Lirik Lengkap Bacaan Mahallul Qiyam
Sama seperti puasa sunnah lainnya, niat puasa Senin-Kamis cukup dibacakan dalam hati sebelum waktu imsak.
Namun, banyak ulama membolehkan membacakan lafaz niat secara lisan agar lebih mantap.
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi ta‘ala”
(Artinya: Saya niat berpuasa sunnah pada hari Senin karena Allah Ta‘ala).
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الْخَمِيسِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi ta‘ala”
(Artinya: Saya niat berpuasa sunnah pada hari Kamis karena Allah Ta‘ala).