Kamis, 17/02/2022 13:18 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia kembali masuk dalam jajaran negara dengan pendapatan menengah atas.
Hal tersebut didasari oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 mencapai 3,7 persen year on year (yoy). Adapun jumlah Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tercatat telah melampaui capaian sebelum pandemi COVID-19. Untuk PDB per kapita Indonesia di 2021 naik setara 4.349 dolar AS atau sekitar Rp62,2 juta per tahun.
"Perubahan pencapaian ini merupakan fondasi penting untuk pemulihan ekonomi," ujar Menko Airlangga, Rabu, (16/2).
Menanggapi hal itu, Anggota Banggar DPR RI Mukhtarudin mengatakan, status naik kelas ini patut disyukuri. Dia mendorong agar pemerintah terus berupaya agar Indonesia tidak kembali turun kelas dengan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi 2022 bisa tetap positif di tengah pandemi Covid-19.
Pertamina Diingatkan, Kenaikan BBM Nonsubsidi Tambah Beban Masyarakat
Legislator PKB: Kenaikan BBM Nonsubsidi Jangan Sampai Ganggu Harga Sembako
Raih KWP Award 2026, Amelia Komit Jaga Ruang Digital yang Sehat dan Aman
"Perubahan status ini perlu dimaknai secara komprehensif oleh pemerintah karena bisa memberikan optimisme pemulihan ekonomi kita," tutur Mukhtarudin, Kamis, (17/2).
Indonesia termasuk dari lima negara di dunia yang telah mencapai pemulihan ekonomi ke level pra pandemi. Besaran Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berhasil pulih bersama empat negara lainnya, yakni Brazil, Rusia, Vietnam dan China.
"Saya berharap perubahan status ini harus didukung oleh penanganan Covid-19 yang responsif dan fokus pada upaya menahan laju penyebaran," demikian Mukhtarudin yang Politikus Partai Golkar ini.