Rabu, 14/12/2016 11:23 WIB
Jakarta - Pembukaan perdagangan, Rabu (14/12/2016), nilai tukar rupiah di pasar transaksi bergerak menguat.
Nilai tukar rupiah menguat 64 poin menjadi Rp13.257, dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.321 per dolar AS.
Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, di tengah penantian pertemuan The Fed, laju rupiah mampu kembali mengalami penguatan.
Membaiknya data ekonomi di sejumlah negara maju menekan mata uang Amerika Serikat sehingga berdampak positif pada rupiah.
Tragedi Tanjung Priok 12 September 1984: Ini Sejarah hingga Kronologinya
Konten Digital Melalui Web Series Horor Komedi Penghuni Rumah Warisan
5 Tempat Wisata Ramah Anak di Bandung untuk Liburan Keluarga
Penguatan rupiah juga ditopang data positif dari Tiongkok yang menjadi tujuan ekspor utama Indonesia. Produksi industri Tiongkok pada November naik 6,2 persen dibanding tahun lalu, sementara penjualan ritel tumbuh 10,8 persen.