Pemimpin Hizbullah Sebut AS dan Israel Takut Perang dengan Iran

Kamis, 10/02/2022 07:40 WIB

TEHERAN, Jurnas.com – Sekretaris Jenderal gerakan perlawanan Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrallah meremehkan nada penghasutan perang Washington mengenai Iran. Ia mengatakan Amerika Serikat (AS) dan Israel takut terlibat dalam konflik militer dengan Republik Islam.

"Hari ini, AS takut terlibat dalam perang dengan Iran karena Republik Islam adalah negara yang kuat dan berdaulat," kata Nasrallah dalam sebuah wawancara pada Selasa dengan jaringan berita al-Alam berbahasa Arab Iran.

"AS juga tidak mampu menghentikan program energi nuklir damai Iran," tambahnya.

Nasrallah mengatakan, setiap tindakan militer Israel terhadap Iran juga akan ditanggapi dengan tanggapan yang sangat intens dan keras dari pihak Republik Islam. Karena itu, Israel juga takut pembalasan Negeri Para Mullah.

"Iran tidak bercanda dengan siapa pun. Ini akan membalas (untuk tindakan militer apa pun)," katanya.

Ia lebih lanjut mengatakan Revolusi Islam 1979 berhasil memotong tangan AS dan rezim Israel dari Iran.

"Revolusi Islam mendorong Israel dan AS keluar dari Iran," kata Nasrallah, saat rakyat Iran merayakan ulang tahun ke-43 Revolusi Islam 1979, yang menggulingkan rezim Pahlavi yang didukung AS.

"Hari ini, Republik Islam adalah model kemerdekaan dan kebebasan di seluruh dunia Islam dan seluruh dunia, sementara sebelum Revolusi, Iran dikendalikan oleh AS," katanya, menurut Press TV.

Pemimpin Hizbullah menambahkan, Iran saat ini adalah kekuatan regional besar yang tidak dapat diabaikan begitu saja atau dilawan. "Itu adalah Islam sejati yang membawa Revolusi Islam Iran karena Islam sejatilah yang menentang penindasan dan kekejaman," kata Nasrallah.

"Ini adalah hal yang tidak disukai AS," katanya, mencatat bahwa permusuhan Washington terhadap Teheran berakar pada munculnya pendirian independen di Iran yang menikmati kedaulatan rakyat.

Israel, kata Nasrallah, tidak akan pernah mampu mencapai tujuannya mengenai Hizbullah melalui peperangan. "Jika rezim Israel yakin bahwa mereka akan menang dalam perang dengan Hizbullah, mereka tidak akan ragu-ragu bahkan untuk sesaat," katanya.

Hizbullah tidak takut perang dan juga tidak menyerah dalam menghadapi ancaman, kata pejabat itu dan menegaskan bahwa pendekatan perlawanan bertumpu pada menyebarkan senjata apa pun untuk menghadapi ancaman Israel.

Hizbullah telah mengaktifkan sistem pertahanan udaranya untuk menghadapi pelanggaran tak henti-hentinya Israel atas wilayah udara Lebanon, sesuatu yang telah sangat mengurangi pelanggaran.

"Apa yang menghubungkan Iran dan Hizbullah adalah masalah perlawanan, yang merupakan kepentingan nasional," kata Nasrallah.

Sementara itu, ia dengan tegas menolak tuduhan bahwa Kedutaan Besar Iran di Beirut melakukan intervensi dengan cara apa pun dalam prosedur pengambilan keputusan Hizbullah.

Sumber: Tasnim News Agency

TERKINI
Persib vs Arema: Bojan Hodak dan Marc Klok Bidik Tiga Poin Komisi III Minta Polda NTB Waspadai Peredaran Vape Narkoba Milos Bungkam Kritik Suporter dengan Cetak Gol ke Gawang Malut Ketua DPR Dorong Penguatan Sistem Pengawasan Pada UTBK SNBT 2026