Senin, 07/02/2022 20:21 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Side Events G20 untuk mendukung Presidensi G20 Indonesia siap digelar pada Februari 2022 yang bertujuan untuk memberi pemahaman anggota G20 tentang agenda prioritas Presidensi G20 Indonesia serta meningkatkan citra positif Indonesia.
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi selaku Ketua Pelaksana Side Events Presidensi G20 Indonesia 2022 lewat keterangannya diterima di Jakarta, Senin (7/2).
“Side events bertujuan memberi pemahaman yang lebih lengkap kepada anggota G20 mengenai agenda prioritas Presidensi G20. Side events G20 juga harus menjadi showcase citra positif kemajuan dan budaya Indonesia,” ujar Mendag.
Mendag berharap pelaksanaan kegiatan sampingan G20 menjadikan Presidensi G20 Indonesia semakin menonjol dalam upaya memulihkan ekonomi dunia.”Kami optimistis seluruh agenda side events G20 akan berdampak penting pada keseluruhan rangkaian Pertemuan G20 yang digelar di Indonesia tahun ini,” tutupnya.
Mendag: Aktivitas Pasar Kuala Simpang di Aceh Tamiang Pulih 80 Persen
Mendikdasmen Gaungkan Pendidikan Bermutu dan Inklusif di Forum G20
Rasio Utang Indonesia Terendah di Antara Negara G20
Pada Februari 2022 agenda side events di antaranya Kick Off Education Working Group; High Level Seminar on Sustainable Finance: Green Financing and Energy Transition Mechanism; Casual Talks on Digital Payment Innovation of Banking; dan Showcase on Indonesian Digital Payment.
Selanjutnya, Casual Talks on Digital Payment Innovation of Fintech; Casual Talks on Managing Risk of the Exit Policy Dynamics through More Diversified Currency to Support Global Trade and Investment; Maiden Speech: Klaas Knot as new FSB Chair; serta International Seminar on Exit Strategy and Scarring Effect.
Kemudian, Casual Talks on Scaling Up the Utilization of Sustainable of Financial Instruments; Casual Talks on Bank Digitalization Trend; G20 High Level Discussion on Exit Strategy; QRIS Excursion to Desa Wisata; Showcasing Rupiah Wonderful Indonesia; Opening Ceremony of Youth 20; serta Side Events I Development Working Group.