Iran Terbuka untuk Arab Saudi

Minggu, 06/02/2022 07:50 WIB

DUBAI, Jurnas.com - Presiden Ebrahim Raisi mengatakan, Iran siap melakukan lebih banyak pembicaraan dengan Arab Saudi jika Riyadh bersedia mengadakan pembicaraan dalam suasana saling pengertian dan menghormati.

Iran dan Arab Saudi, yang memutuskan hubungan diplomatik pada 2016, melakukan pembicaraan langsung yang diselenggarakan Irak tahun lalu pada saat kekuatan global mencoba menyelamatkan pakta nuklir 2015 dengan Teheran, dan sebagai upaya pimpinan PBB mengakhiri perang di Yaman.

"Iran siap untuk melanjutkan negosiasi ini sampai mencapai hasil, asalkan Saudi bersedia melanjutkan negosiasi dalam suasana saling pengertian dan menghormati," kata Raisi dikutip Fars dalam panggilan telepon dengan Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi.

Dalam tanda lain dari mencairnya hubungan, Iran mengatakan bulan lalu bahwa tiga diplomat Iran telah tiba di Arab Saudi untuk mengambil pos di markas besar Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Jeddah.

Teheran dan Riyadh telah mengadakan empat putaran pembicaraan di Irak. Baghdad berharap mediasinya akan menghentikan upaya tetangga untuk menyelesaikan masalah di wilayahnya.

Arab Saudi telah menggambarkan pembicaraan itu sebagai pembicaraan yang ramah tetapi eksploratif, sementara Teheran mengatakan mereka telah mengambil jarak yang baik.

Arab Saudi dan Iran mendukung pihak yang berseberangan dalam konflik regional dan perselisihan politik di Suriah, Lebanon, dan Irak selama bertahun-tahun, dan Arab Saudi memimpin koalisi Arab yang berperang melawan gerakan Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman sejak 2015.

Sumber: Reuters

TERKINI
"Super-Venus", Planet Baru Enaiposha yang Bikin Ilmuwan Bingung Mendes Yandri Ajak Setiap Ormas Punya Desa Binaan Mengenal Sisi Unik dari Lucid Dream yang Jarang Diketahui Kemendikdasmen Tekankan Sekolah Mesti Jadi Ruang Aman dan Nyaman