Banyak Positif Covid-19, Menteri Johnny: Cepat Vaksin Booster, Jangan Tunda

Sabtu, 05/02/2022 12:18 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Suntik vaksin  COVID-19 dosis ketiga alias vaksin booster harus dipercepat lantaran penularan pandemi varian Omicron sudah semakin banyak.

"Saya memerintahkan seluruh pegawai (Kemenkominfo) yang sudah memenuhi syarat agar cepat ikut vaksin booster. Jangan pakai tunda," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Sabtu (5/2/2022).

"Tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat dalam kegiatan sehari-hari, terutama ketika bekerja di kantor," lanjut Menteri Johnny. 

Jajaran pegawai dan pejabat di Kementerian Komunikasi dan Informatika memang didesak ikut vaksin dosis ketiga alias vaksin booster.

Menteri Johnny menyebut jumlah sivitas Kementerian Kominfo yang terinfeksi Covid-19 meningkat dalam kurun waktu seminggu terakhir.

"Saya sudah perintahkan untuk mengatur pembatasan kerja, tapi itu belum cukup. Masih ada yang terinfeksi hingga tercatat sekitar 123 orang di kantor pusat. Karena itu, satu langkah yang diupayakan dengan mempercepat pelaksanaan vaksinasi booster ini,” ungkapnya.

Menteri Johnny juga menyebut betapa Presiden Joko Widodo sudah memerintahkan, agar dilakukan vaksin booster untuk meningkatkan kekebalan masyarakat melawan COVID-19 varian Omicron.

“Presiden Jokowi memerintahkan bagi yang divaksin lengkap dan sudah waktunya mendapat vaksin penguat atau booster harus segera divaksin,” tegasnya. 

Kata Menteri Johnny, pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga sebagai upaya untuk menjaga kesehatan setiap orang di tengah kemunculan varian baru Covid-19.

“Pemerintah telah bersiap untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 varian baru. Namun, untuk meningkatkan perlindungan cepat vaksin booster," tandasnya. 

Vaksin dosis ketiga itu, lanjut Menteri Johnny, sudah terbukti aman dan efektif meningkatkan imunitas tubuh.  Bahkan, sesuai hasil uji klinis Pemerintah, pemberian vaksin booster untuk subyek penelitian tidak menunjukkan efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) yang berat.

“Tidak ada efek samping dan KIPI yang berat, jadi vaksin booster aman dijalani. Semua vaksin yang digunakan di Indonesia aman dan bermanfaat, jadi tidak perlu menunda lagi vaksinasi bagi yang memenuhi syarat,” ujarnya.

Sebagian besar sivitas Kementerian Kominfo telah menjalani vaksinasi lengkap sejak bulan Maret 2021 lalu. Ada pula yang menjalani setelah bulan Juni 2021. Namun, sesuai dengan ketentuan Kementerian Kesehatan, bisa menerima dosis ketiga setelah enam bulan vaksinasi kedua.

Pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga di tangani oleh Klinik Pratama Kementerian Kominfo berkerja sama dengan Kementerian Kesehatan. Vaksinasi berlangsung sejak Jumat (04/02/2022) dan dijadwalkan sampai Selasa (08/02/2022).

“Setiap harinya kita vaksinasi sekitar 600 pegawai, dan untuk tahap awal ini kita targetkan semua pegawai di kantor pusat serta yang ada di sekitar Jakarta bisa mengikuti vaksinasi,” ungkap Menteri Johnny.

Pemberian vaksinasi dosis ketiga di Indonesia telah dimulai sejak 12 Januari 2022. Pemerintah mengimbau seluruh masyarakat ikut berpartisipasi dalam program vaksinasi lanjutan agar imunitas terjaga dan penularan Covid-19 terkendali.

TERKINI
Ini Hukum Pamer Kekayaan atau Flexing dalam Islam Inilah Ciri-Ciri Mukmin Sejati Menjelang Kematian Berbagai Peristiwa Sejarah Tanggal 18 April dari Masa ke Masa Jangan Abaikan! Inilah Risiko Jika Anda Malas Update Sistem HP