Selasa, 01/02/2022 20:13 WIB
Kyiv, Jurnas.com - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memuji dukungan Barat dalam menghadapi pembangunan militer Rusia. Dia sekaligus mengumumkan rencana perluasan kekuatan militer.
"Dukungan untuk Ukraina adalah yang terbesar sejak 2014," kata Zelensky kepada anggota parlemen menjelang kunjungan para pemimpin Inggris, Polandia dan Belanda dikutip dari BBC pada Selasa (1/2).
Pejabat tinggi AS dan Rusia akan mengadakan pembicaraan baru tentang krisis. Zelensky menambahkan "format kerja sama politik" baru sedang dibuat dengan Inggris dan Polandia. Rincian lebih lanjut dari aliansi diharapkan muncul pada Rabu (2/2) besok.
Rusia telah berulang kali membantah berencana menyerang Ukraina, tetapi telah mengerahkan sekitar 100.000 tentara serta tank, artileri dan rudal dalam jangkauan perbatasannya.
Kunjungi Ukraina, Turki Minta Perang Tak Meluas di Laut Hitam
Intelijen Endus Rencana Rusia Serang Negara-Negara Baltik
Uni Eropa Perpanjang Hak Tinggal Pelarian Perang Ukraina
Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki mengatakan, bahwa Warsawa berencana mengirim persenjataan pertahanan termasuk drone dan rudal anti-pesawat ke Ukraina, untuk mengatasi ancaman militer. Polandia juga mengatakan sedang mempersiapkan potensi gelombang besar pengungsi Ukraina.
Pemerintah Inggris Boris Johnson menjanjikan Kyiv sebesar £88 juta, untuk mempromosikan pemerintahan yang stabil dan kemandirian energi dari Rusia.
Di depan parlemen Ukraina, Zelensky mengungkapkan bahwa dia telah menandatangani dekrit untuk meningkatkan jumlah tentara Ukraina dengan 100.000 tentara aktif, dengan pembentukan 20 brigade baru selama tiga tahun. Tentara profesional Ukraina kalah jumlah dengan tentara Rusia.
"Dekrit itu bukan karena perang akan segera datang. Saya mengatakan ini kepada semua orang. Dekrit itu untuk perdamaian di Ukraina segera dan seterusnya," tegas dia.
Keyword : Ukraina Volodymyr Zelensky Rusia Agresi Militer