Bangladesh Tolak 13 Perahu Pengungsi Rohingnya

Senin, 12/12/2016 09:19 WIB

Bangladesh - Ketika 13 perahu yang membawa sejumlah pengungsi etnik Rohingnya dari Myanmar akan merapat ke Banglades, penjaga perbatasan mencegatnya dan langsung mengusir  ke wilayah perairan Myanmar.

Bangladesh memang sejak awal selalu menolak masuknya etnik Rohingnya dengan memperketat  pengamanan perbatasan. Badan Pengungsi PBB (UNHCR) mengatakan lebih dari 10.000 orang Rohingya telah meninggalkan Myanmar selama beberapa pekan terakhir.

Mereka melarikan diri dari Negara Bagian Rakhine, tempat militer melancarkan operasi terhadap para pemberontak. Operasi dilancarkan setelah penembakan sembilan penjaga pos perbatasan di Maungdaw, Rakhine, Myanmar, yang berbatasan dengan Bangladesh, Oktober lalu.

Pihak berwenang berpendapat kelompok militan Rohingya melakukan serangan tersebut. Dilansir bbc, Otoritas Myanmar lantas melancarkan operasi militer besar di Negara Bagian Rakhine, yang menurut sejumlah aktivis, merupakan penghukuman secara kolektif atas semua orang Rohingya.

Operasi militer ini dilaporkan sangat berdampak buruk bagi penduduk sipil. Rohingya tidak diakui sebagai warga negara oleh Myanmar tetapi sebagai pendatang gelap dari Bangladesh meskipun dari generasi ke generasi mereka sudah tinggal di Rakhine.

TERKINI
Delegasi Dunia Kagumi Kearifan Lokal di Lapas Bangli dan Bapas Karangasem 10 Ucapan Hari Peringatan Konferensi Asia Afrika 2026 yang Penuh Makna 71 Tahun Konferensi Asia Afrika: Warisan Bandung di Tengah Dunia Bergejolak "Super-Venus", Planet Baru Enaiposha yang Bikin Ilmuwan Bingung