Rabu, 05/01/2022 07:05 WIB
WASHINGTON, Jurnas.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Amerika Serikat (AS) mengatakan pada Selasa, varian Omicron diperkirakan 95,4 persen dari jenis virus corona (COVID-19) yang beredar di AS pada 1 Januari 2022.
Varian Omicron dengan cepat menyebar ke seluruh AS sejak terdeteksi pada 1 Desember, menggantikan Delta sebagai strain dominan dan memicu gelombang infeksi baru yang mendorong kasus harian mendekati angka 1 juta pada Senin.
Dikutip dari Reuters, CDC mengatakan varian tersebut menyumbang sekitar 77 persen kasus dalam pekan yang berakhir 25 Desember, naik dari proyeksi 58,6 persen yang diungkapkan pekan lalu.
Varian yang menyebar cepat pertama kali terdeteksi di Afrika selatan dan Hong Kong pada November dan sejak itu menyapu dunia dengan kecepatan kilat. Sejauh ini, Omicron diketahui menyebabkan gejala yang lebih ringan daripada jenis sebelumnya.
Presiden Iran Minta Trump Hindari Gejolak dan Pilih Jalur Dialog
Iran dan Oman Sepakat Buka Selat Hormuz Jika AS Penuhi Komitmen
Iran Buka Peluang Jalur Diplomasi Lagi dengan AS, Asal...
Pekan lalu, CDC menurunkan perkiraannya untuk kasus-kasus yang dicatat Omicron dalam pekan yang berakhir 18 Desember menjadi 22 persen dari 73 persen, mengutip data tambahan dan perbedaan yang disebabkan oleh penyebaran varian yang cepat.
Varian Delta menyumbang 4,6 persen dari semua kasus COVID-19 AS pada 1 Januari, data CDC menunjukkan.