Senin, 01/11/2021 21:35 WIB
DUBAI, Jurnas.com - Uni Emirat Arab (UEA) menyetujui penggunaan darurat vaksin COVID-19 Pfizer-BioNtech untuk anak-anak berusia 5-11 tahun. Demikian kata Kementerian Kesehatan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan media pemerintah, Senin (1/11).
Sebelum keputusan ini, satu-satunya vaksin yang telah disetujui untuk digunakan pada anak-anak yang sangat muda adalah vaksin Sinopharm yang disetujui untuk usia 3-17 tahun, dengan suntikan Pfizer tersedia untuk anak-anak di atas 12 tahun.
"Hasil studi klinis menunjukkan bahwa vaksin tersebut aman dan telah memberikan respon imun yang kuat untuk anak-anak antara usia 5 dan 11 tahun," kata pernyataan itu tentang suntikan Pfizer.
Dikatakan juga orang dengan penyakit kronis yang sebelumnya menerima Pfizer-BioNtech atau vaksinasi Sputnik yang dikembangkan Rusia sekarang bisa mendapatkan suntikan booster ketiga.
Selat Hormuz Diblokade Lagi, Menteri UEA Desak Iran Buka Akses Tanpa Syarat
UEA Serukan Pembukaan Selat Hormuz Lewat Kekuatan Militer
UEA Batal Muat Minyak ke Tanker pasca Serangan Drone Iran
Sebelumnya pemerintah telah memberikan suntikan booster kepada orang-orang yang divaksinasi lengkap dengan vaksin Sinopharm. (Reuters)