Senin, 18/10/2021 18:34 WIB
Beijing, Jurnas.com - China membantah telah melakukan uji coba rudal hipersonik berkemampuan nuklir awal tahun ini. Beijing bersikeras bahwa itu adalah pemeriksaan rutin pesawat ruang angkasa.
Sebagaimana diketahui, laporan surat kabar Financial Times pekan lalu soal uji coba China memicu kekhawatiran di Washington, di mana intelijen Amerika Serikat (AS) dilaporkan terkejut.
Rudal hipersonik jauh lebih cepat dan lebih gesit daripada yang normal, yang berarti lebih sulit untuk dicegat. Kabar itu memicu kekhawatiran AS soal kemampuan nuklir China.
Pada Senin (18/10), juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan bahwa tes rutin telah dilakukan pada Juli lalu, untuk memverifikasi berbagai jenis teknologi pesawat ruang angkasa yang dapat digunakan kembali.
Fasilitasi Doa Bersama untuk Republik, Gedung Putih Tuai Kritik
Usai Kunjungan Trump, China bakal Beli Pesawat dari Amerika Serikat
Trump Akui Tak Bahas Tarif Perdagangan saat Bertemu Xi Jinping
"Ini bukan rudal, ini pesawat luar angkasa," katanya dikutip dari BBC.
"Ini sangat penting untuk mengurangi biaya penggunaan pesawat ruang angkasa," sambung dia.
Zhao menambahkan bahwa banyak negara telah melakukan tes serupa di masa lalu. Ketika ditanya apakah laporan Financial Times tidak akurat, dia menjawab "ya".
Keyword : China Rudal Super Sonik Senjata Nuklir Amerika Serikat