Setnov Dinilai Tak Layak Ketua DPR, Ini Alasannya

Kamis, 24/11/2016 12:22 WIB

Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (Setnov) dinilai tidak layak untuk kembali menjabat sebagai Ketua DPR. Apa alasannya?

Menurut Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz, secara moral dan hukum, Setnov tidak pantas menjabat sebagai pimpinan DPR.

"Kami menolak penunjukkan SN (Setya Novanto) oleh DPP Golkar untuk kembali menjadi Ketua DPR. Alasan bisa dilihat secara hukum dan moral," kata Fariz, ketika dihubungi Jurnas.com, Jakarta, Kamis (24/11).

Kata Fariz, dari sejumlah kasus dugaan korupsi yang menyeret nama Setnov, menjadi salah satu alasan atas penolakkan untuk duduk kembali sebagai Ketua DPR. Sebab, Setnov dinilai dapat merusak nama baik parlemen.

"Secara moral, SN sering disebut-sebut terlibat dalam korupsi. Persoalan hukum SN dalam kasus papa minta saham kan belum selesai di Kejaksaaan," tegasnya.

TERKINI
Kemenkum RI Tegaskan Tetap Batalkan Status Badan Hukum PLK Filep: Perlu Audit Participating Interest 10% SKK Migas dan BP Tangguh Anggota DPR Pertanyakan Anggaran 83.980 Posbankum Desa/Kelurahan Taliban Buka Pintu Investasi untuk AS di Sektor Tambang