Selasa, 28/09/2021 20:01 WIB
Jenewa, Jurnas.com - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia, Tedros Adhanom Ghebreyesus berharap semua negara, termasuk China, agar bekerja sama dalam penyelidikan tahap kedua terkait asal-usul Covid-19.
Penyelidikan kedua dilangsungkan pasca misi awal ke China yang kurang membuahkan hasil. Hingga detik ini, asal-usul virus yang telah membunuh 4,5 juta orang itu belum kunjung terungkap.
Berbicara di acara perdagangan dan Covid-19 yang berbasis di Jenewa, Swiss, Tedros berharap fase studi berikutnya akan dimulai sesegera mungkin.
Dia juga mengulangi dukungannya untuk perjanjian internasional tentang kesiapsiagaan dan respons pandemi.
Wanita di China Lempar Uang Setara Rp2,5 Miliar dari Balkon Apartemen
China Anggap Wajar Aktivitas Militer dekat Perairan Taiwan
Bertemu Dubes China, Mendes Dorong Kerja Sama Pengentasan Daerah Tertinggal
"Dunia membutuhkan kerangka kerja," katanya dikutip dari Reuters pada Selasa (28/9).
Sebelumnya, China menolak rencana Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menggelar penyelidikan tahap kedua tentang asal mula Covid-19, berangkat dari hipotesis virus itu kemungkinan bocor dari laboratorium di Wuhan.
"Kami tidak akan menerima rencana penelusuran asal seperti itu, dalam beberapa aspek, mengabaikan akal sehat dan menentang ilmu pengetahuan," kata Zeng Yixin, Wakil Menteri Komisi Kesehatan Nasional (NHC) pada Kamis (22/7).
Zeng mengaku terkejut ketika pertama kali membaca rencana WHO, karena mencantumkan hipotesis bahwa pelanggaran protokol laboratorium Tiongkok telah menyebabkan virus bocor selama penelitian.
Pada Juli lalu, WHO menyebut penyelidikan sebelumnya mengenai asal-usul pandemi Covid-19 di China, terhambat oleh kurangnya data mentah pada hari-hari pertama penyebaran di sana.
Zeng menegaskan kembali posisi China bahwa beberapa data tidak dapat sepenuhnya dibagikan karena masalah privasi.
Keyword : Asal Usul Covid-19ChinaWHO