Selasa, 31/08/2021 15:30 WIB
Kabul, Jurnas.com - Tembakan perayaan bergema di seluruh Kabul usai pejuang Taliban menguasai bandara pada Selasa (31/8) dini hari, menyusul penarikan pasukan AS terakhir. Selebrasi ini mengakhiri perang 20 tahun di negara tersebut.
Menurut rekaman video yang beredar, para pejuang memasuki bandara setelah rombongan terakhir AS lepas landas, satu menit sebelum tengah malam, sekaligus menandai pencapaian memalukan Washington dan sekutu NATO di Afghanistan.
"Tentara AS terakhir telah meninggalkan bandara Kabul dan negara kami memperoleh kemerdekaan penuh," kata juru bicara Taliban Qari Yusuf, dikutip dari Reuters.
Sebagaimana diketahui, perang selama 20 tahun terakhir merenggut nyawa hampir 2.500 pasukan AS, dan diperkirakan 240.000 orang Afghanistan, juga menelan biaya sekitar US$2 triliun.
Kemenlu Palestina Desak Gencatan Senjata Secara Menyeluruh
Trump: Satu-satunya yang Memutuskan Gencatan Senjata Adalah Saya
10 Poin Tuntutan Iran ke Amerika Serikat untuk Akhiri Konflik
Meskipun sempat berhasil mengusir Taliban dari kekuasaan, AS tak kuasa saat militan Islam berhasil mengendalikan lebih banyak wilayah negara, dari yang pernah mereka lakukan selama pemerintahan sebelumnya dari 1996 hingga 2001.
Kala itu, pemerintaha Taliban ditandai dengan penegakan ketat hukum Islam. Sementara saat ini dunia sedang menunggu apakah Taliban akan membentuk pemerintahan yang lebih moderat dan inklusif di bulan-bulan mendatang.
Ribuan warga Afghanistan melarikan diri karena takut akan pembalasan Taliban. Pengangkutan udara oleh AS dan sekutunya selama dua minggu terakhir, berhasil mengevakuasi lebih dari 123.000 orang dari Kabul.
Keyword : Taliban Afghanistan Amerika Serikat