Selasa, 31/08/2021 14:27 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan bahwa dirinya tidak menerima BUMN yang memberikan laporan keuangan `make up` atau dipercantik isinya. Apalagi jika dengan laporan yang terlihat baik itu, BUMN tidak memberikan dampak atas kinerjanya.
Dia menyebut, biasanya laporan keuangan yang di-make up ini dilakukan untuk mengejar bonus dan tantiem untuk manajemennya saja.
"Bukan kerja sama dengan semua auditor tapi yang track record-nya baik. Makanya kita tidak mau BUMN yang pembukuan make up atau ditutupi sesuai dengan keinginan BUMN yang hanya mau mengejar bonus dan tantiem tanpa liat impact kerja sama jangka panjang. Itu juga jadi KPI [key performance indicator]," kata Erick dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Senin (30/8/2021).
Dia mengungkapkan, kinerja perusahaan BUMN ke depan yang akan jadi perhatian adalah kerja sama yang dilakukan BUMN dengan pihak swasta. Hal yang akan dipantau adalah apakah kerja sama tersebut akan memberikan dampak kepada BUMN dan lingkungan.
BP BUMN Bakal Rampingkan 44 Entitas Usaha PLN menjadi 23
FGD Badan Pengkajian MPR RI Bahas Langkah Strategis Atasi Depresiasi Rupiah
Alami KDRT, Orang Tua Pegawai BUMN Lapor ke Komnas Perempuan
"Di rapat 2-3 minggu lalu ditangani staf ahli kami Bu Loto yang tangani keuangan UMKM. Rencananya tahun depan kita luncurkan biar mapping kerja sama ini terbuka dan transparan, baik dan terbuka," terangnya.
Keyword : BUMN Laporan Keuangan Make Up Kinerja