Senin, 30/08/2021 18:32 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas merupakan solusi dalam mengatasi darurat pendidikan yang terjadi selama pandemi Covid-19.
Hal itu sebagaimana diutarakan Ketua Komisi X DPR, Syaiful Huda kepada wartawan, Senin (30/8).
“PTM terbatas merupakan solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan pendidikan saat ini. Hanya bagaimana nanti di lapangan agar tidak terjadi efek apapun,” jelasnya.
Politisi PKB ini menjelaskan, kondisi saat ini banyak orang tua yang tidak siap menggantikan peran guru di sekolah.
Kemendikdasmen Tekankan Sekolah Mesti Jadi Ruang Aman dan Nyaman
Konsisten Memperjuangkan Pesantren, Fraksi PKB DPR RI Raih KWP Award 2026
Raih KWP Award 2026, Amelia Komit Jaga Ruang Digital yang Sehat dan Aman
Untuk itu, dia mendorong pemda membuka sekolah di daerah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Selain itu, katanya, terjadi "learning loss" yang mana dibuktikan dengan menurunnya angka partisipasi kasar peserta didik.
“Sejak pandemi Covid-19 pada satu setengah tahun lalu, kami ingin menyampaikan bahwa sudah terjadi darurat pendidikan. Untuk itu, perlu dilakukan secepatnya PTM terbatas,” tambah dia.
PTM terbatas tidak seperti sekolah saat kondisi normal. PTM terbatas dilakukan hanya dua hingga tiga hari dalam sepekan. Selebihnya dilakukan dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Sejumlah daerah yang berada pada wilayah PPKM level satu hingga tiga mulai melakukan PTM terbatas. Untuk di Jakarta saja, sebanyak 610 sekolah melakukan PTM terbatas.