Presiden Rusia Vladimir Putin menilai ada potensi untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS) dalam sejumlah masalah, mulai dari pengendalian senjata hingga energi.
Rencana tersebut telah membagi negara-negara di Asia Tenggara, dengan Indonesia dan Malaysia memperingatkan bahwa hal itu dapat menyebabkan perlombaan senjata di antara negara adidaya saingan di kawasan itu.