Rudal hipersonik jauh lebih cepat dan lebih gesit daripada yang normal, yang berarti lebih sulit untuk dicegat. Kabar itu memicu kekhawatiran AS soal kemampuan nuklir China.
Presiden Rusia Vladimir Putin menilai ada potensi untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS) dalam sejumlah masalah, mulai dari pengendalian senjata hingga energi.
Rencana tersebut telah membagi negara-negara di Asia Tenggara, dengan Indonesia dan Malaysia memperingatkan bahwa hal itu dapat menyebabkan perlombaan senjata di antara negara adidaya saingan di kawasan itu.