Dalam rangka memberikan bantuan kepada warga Palestina yang berada di Jalur Gaza, dan agar diperkenankan menyebrang lewat Rafah.
Bantuan tersebut dimaksudkan untuk memberikan perawatan terhadap korban luka akibat bentrokan yang terjadi beberapa hari belakangan.
Pada pekan ini, Hamas menerbitkan sebuah dokumen kebijakan baru yang pertama sejak pendiriannya.
Ashraf al-Qidra mengungkapkan bahwa dalam serangan tersebut dua orang warganya terluka parah.
Situasi ini berpotensi memunculkan aksi balasan dari Hamas.