Guna mendukung Prancis, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menegaskan bahwa perilaku Gedung Putih tidak dapat diterima.
Pernyataan Locsin, tertanggal 19 September, berbeda dengan sikap Indonesia dan Malaysia, yang membunyikan alarm tentang kapal selam tenaga nuklir di tengah persaingan negara adidaya yang berkembang di Asia Tenggara.