Porang merupakan komoditas pertanian yang mendadak booming belakangan ini.
Porang telah ditetapkan sebagai komoditas yang masuk dalam program gerakan tiga kali lipat ekspor (GRATIEKS).
Harga porang iris kering yang terus melonjak dari tahun ke tahun membuat banyak petani banting setir menanam porang. Namun, budidaya tanaman porang terhambat kelangkaan dan mahalnya harga benih.
Peluang bisnis porang masih sangat terbuka lebar, mengingat bahwa porang merupakan salah satu komoditas ekspor yang sangat diminati oleh negara-negara Asia Timur terutama Jepang dan China.
Meski begitu, Kementerian Pertanian (Kementan) tahun ini hanya menggarkan bantuan komoditas tersebut seluas 60 hektare dalam bentuk kebun bibit karena adanya refocusing anggaran.
Tanaman porang sangat menjajikan dimana dalam satu hektare dapat menghasilkan Rp180 dengan kurun waktu satu musim tanam.
Porang ini sesuatu yang baru, dulu belum ada, tapi pangsa pasar luar biasa besar di ekspor.