Rusia menyebut tindakannya sebagai operasi militer khusus untuk "mendenazifikasi" negara itu dan telah meminta bantuan militer dan ekonomi dari Beijing, menurut pejabat AS.
Memihak Rusia dapat membawa konsekuensi bagi arus perdagangan dan pengembangan teknologi baru, dan dapat menyebabkannya terkena sanksi sekunder.
Hal itu disampaikan di tengah kekhawatiran bahwa pembicaraan di Wina untuk menghidupkan kembali kesepakatan 2015 mungkin gagal.