Taiwan, produsen semikonduktor utama, telah berulang kali mengatakan akan membela diri jika diserang, tetapi tidak akan "maju dengan gegabah" dan ingin mempertahankan status quo dengan China.
Ketegangan militer dengan China, yang mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya sendiri, adalah yang terburuk dalam lebih dari 40 tahun. Chiu menyebut China akan mampu melakukan invasi skala penuh pada 2025 mendatang.
Dalam sebuah laporan ke parlemen, Kemhan Taiwan mengatakan pasukannya akan mematuhi prinsip, semakin dekat mereka (tentara China) ke pulau itu, semakin kuat tindakan balasan, meskipun tidak memberikan rincian.
Dikatakan juga, bahwa latihan itu ditujukan untuk campur tangan kekuatan eksternal, yang selama ini berupaya merongrong kedaulatan Negeri Tirai Bambu.
Kepala Kantor Ekonomi dan Kebudayaan Taipei, Elliott Charng, menyebut Taiwan nantinya dapat membantu Australia, pasca produk Negeri Kangguru diboikot China.
Diklaim oleh China sebagai wilayahnya sendiri, Taiwan berada di bawah tekanan militer dan politik yang meningkat untuk menerima pemerintahan Beijing.
Taiwan yang demokratis, yang diklaim oleh China sebagai wilayahnya sendiri, mendapat tekanan militer dan politik yang meningkat dari Beijing, yang termasuk bulan ini serangan massal empat hari berturut-turut oleh angkatan udara China ke zona identifikasi pertahanan udara Taiwan.
Sejumlah kecil pasukan operasi khusus Amerika Serikat (AS) dikirim ke Taiwan. Washington berdalih pengiriman ini dalam rangka latihan militer dengan pasukan Taiwan.
Kemudian ajak pihak-pihak yang berkepentingan di otoritas Taiwan untuk melihat kesiapan prokes kita dan calon pekerja yang akan berangkat. Sebagai bukti keseriusan kita dalam persiapan sehingga diharapkan bisa menjadi pertimbangan agar penempatan pekerja migran ke Taiwan segera dibuka kembali dalam waktu dekat.