Dua pil oleh raksasa farmasi Amerika Serikat (AS) itu mewakili langkah yang berpotensi menjadi terobosan dalam perang melawan virus corona karena penelitian menunjukkan bahwa mereka mengurangi risiko rawat inap dan kematian pada pasien berisiko tinggi.
Kesepakatan itu kira-kira dua kali ukuran kontrak yang dimiliki pemerintah AS dengan Merck, meskipun harga pil Pfizer lebih rendah sekitar US$530 per kursus dibandingkan dengan sekitar US$700 untuk Merck.
Pemerintah mengatakan pada bulan Oktober bahwa mereka telah mendapatkan 480.000 kursus obat Merck, serta 250.000 kursus pil antivirus yang dikembangkan oleh Pfizer.