Kawasan DKI Jakarta dilanda hujan deras sejak Jumat (29/8) malam. Namun, fenomena alam ini tidak menyurutkan para demonstran menghentikan aksinya di depan kantor Mako Brimob, Kwitang, Jakarta Pusat.
KontraS menilai kekerasan aparat saat berhadapan dengan massa bukan sekadar peristiwa insidental, melainkan mencerminkan pola pembiaran oleh negara.
Salah seorang massa aksi yang melakukan unjuk rasa di depan gedung Mako Brimob, Kwitang, Jakarta Pusat pada Jumat (29/8) tidak sadarkan diri, usai menghirup gas air mata yang ditembak oleh polisi.
Massa aksi dari kalagan mahasiswa mulai berdatangan ke Mako Brimob, Kwitang, Jakarta Pusat. Pada Jumat (29/8) pukul 15.00 WIB, tampak ratusan mahasiswa dari berbagai aliansi turut merapat.