Presiden Joe Biden mengumumkan langkah itu dalam sebuah pidato bulan lalu dengan alasan bahwa Rusia harus membayar harga untuk pertumpahan darah di bekas tetangga Sovietnya.
Penelitian sebelumnya menunjukkan, COVID-19 meningkatkan risiko pembekuan darah, tetapi studi baru dalam jurnal medis BMJ menunjukkan berapa lama ancaman itu dapat bertahan.