Peluncuran itu merupakan uji coba kedelapan tahun ini, dan yang pertama sejak Januari ketika Korea Utara yang bersenjata nuklir menembakkan sejumlah rekor rudal.
Setidaknya tujuh peluncuran, termasuk tipe baru "rudal hipersonik" yang mampu bermanuver dengan kecepatan tinggi.
Negara ini sudah lama dilarang melakukan uji coba nuklir dan peluncuran rudal balistik oleh Dewan Keamanan PBB.