https://images.jurnas.com/img/conf-Jurnas_11.jpg

Kanada Kembali Laporkan Kasus Pembekuan Darah Usai Divaksin COVID-19 AstraZeneca

Supianto | Minggu, 18/04/2021 12:11 WIB

Berdasarkan bukti yang tersedia, Kanada masih menyatakan bahwa manfaat vaksin AstraZeneca lebih besar daripada potensi risikonya. Petugas kesehatan menyiapkan dosis Covishield, vaksin virus corona Covid-19 dari AstraZeneca / Oxford pada 29 Januari 2021 [ISHARA S. KODIKARA / AFP

Jakarta, Jurnas.com - Kanada pada Sabtu (17/4) melaporkan kasus kedua pembekuan darah langka dengan trombosit rendah setelah imunisasi dengan vaksin COVID-19 dari AstraZeneca dalam seminggu.

Orang yang mengalami kejadian yang sangat langka itu telah dirawat dan sedang dalam pemulihan, kata kementerian kesehatan Kanada dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa orang tersebut tinggal di provinsi Alberta.

Berdasarkan bukti yang tersedia, Kanada masih menyatakan bahwa manfaat vaksin AstraZeneca lebih besar daripada potensi risikonya.

"Otoritas kesehatan Kanada akan terus memantau penggunaan semua vaksin COVID-19 dengan cermat dan memeriksa serta menilai setiap masalah keamanan baru," kata pernyataan itu.

Baca juga :

Kanada melaporkan pembekuan darah pertama yang terkait dengan vaksin AstraZeneca pada elasa, dan sehari kemudian, setelah peninjauan, otoritas kesehatan negara itu mengatakan tidak akan membatasi penggunaan vaksin AstraZeneca.

Dewan penasihat terpisah sebelumnya merekomendasikan Kanada untuk berhenti menawarkan vaksin kepada orang-orang yang berusia di bawah 55 tahun. Panel tersebut sedang dalam proses meninjau sarannya.

Kanada telah meningkatkan kampanye vaksinasi, tetapi persentase populasinya masih lebih kecil daripada lusinan negara lain, termasuk Amerika Serikat (AS) dan Inggris.

Di tengah gelombang infeksi ketiga yang melonjak, Ontario, provinsi terpadat di Kanada, mengumumkan pembatasan kesehatan masyarakat baru pada hari Jumat, termasuk menutup perbatasan provinsi untuk pelancong domestik. (Reuters)

TAGS : Vaksin COVID-19 AstraZeneca Kanada