https://images.jurnas.com/img/conf-Jurnas_11.jpg

Temukan Bakteri Merah untuk Kesuburan Tanaman, Petani Milenial Ini Sukses Berwirausaha

Rizki Ramadhan | Sabtu, 17/04/2021 17:38 WIB

Sebagai salah satu wirausaha sosial, Akmalia berharap banyak teman-teman sebayanya dapat lebih berkontribusi pada upaya memberdayakan masyarakat sekitar dalam rangka meningkatkan taraf hidupnya. Petani milenial, Khairatunnisa Akmalia Putri saat mendapatkan penghargaan. (Foto: Ist)

Jambi, Jurnas.com – Semakin menjanjikannya sektor pertanian, membuat Kementerian Pertanian terus mendorong tumbuhnya petani muda di berbagai daerah di tanah air. Kisah petani muda asal Desa Semau, Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, bisa menjadi inspirasi.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, mengatakan profesi petani saat ini tidak bisa dipandang sebelah mata. "Kini, menjadi petani muda prospek nya menjanjikan, dan menghasilkan pendapatan menggiurkan. Tumbuh nya petani muda akan terus didorong oleh Kementerian Pertanian," ujar Syahrul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menuturkan bahwa kunci keberhasilan pembangunan khususnya di sektor pertanian berada di genggaman petani milenial.

“Munculkan jiwa wirausahawan, profesional dan penuh semangat serta disiplin dan kerja keras, saya yakin pembangunan pertanian kita akan sukses dan maju,” ujar Dedi.

Baca juga :

Sebagai inspirasi untuk anak-anak muda lainnya, kisah petani milenial, Khairatunnisa Akmalia Putri, yang berasal dari Desa Semau, Kecamatan Bram Itam Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, bisa menjadi contoh.

Akmalia telah memiliki berbagai produk unggulan antara lain seperti bakteri merah, tanaman hias, paket budidamber. "Saya memulai usaha pertama kali dengan produk utamanya adalah tanaman hias pada tahun 2018," jelasnya.

Namun tidak hanya berhenti pada tanaman hias, semangat untuk dapat terus maju mendorong Akmalia terus melakukan inovasi.

Hal ini dibuktikan oleh mahasiswa jurusan kriminolog Universitas Islam Riau dengan membentuk pos pelayanan teknologi tepat guna (Posyantekdes) di daerahnya.

“Sebagai ketua Posyantekdes, kita sering melakukan sosialisasi teknologi tepat guna khususnya dalam sektor pertanian dalam rangka membantu petani memecahkan masalahnya,” ujarnya.

Hal ini dilakukannya sebagai wujud dedikasinya bukan hanya sebagai wirausaha yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata namun juga sosial atau lebih dikenal sebagai wirausaha sosial (socioentrepreneur).

Berkat kerja keras dalam memberdayakan masyarakat sekitar melalui usahanya, Akmalia banyak sekali mendapatkan pengakuan dan penghargaan dari pemerintah.

Beberapa penghargaan yang sudah diraihnya tidak hanya di tingkat lokal namun juga sudah diakui secara nasional seperti Juara 3 Lomba inovasi teknologi yang diadakan oleh Bappeda Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Juara 1 pemilihan pemuda pelopor tingkat Provinsi Jambi bidang inovasi teknologi pengembangan bakteri merah untuk budidaya lele dalam ember dan untuk kesuburan tanaman tahun 2020, dan Juara 3 nasional lomba pemilihan pemuda pelopor tingkat nasional oleh Kemenpora tahun 2020.

Sebagai salah satu wirausaha sosial, Akmalia berharap banyak teman-teman sebayanya dapat lebih berkontribusi pada upaya memberdayakan masyarakat sekitar dalam rangka meningkatkan taraf hidupnya.

TAGS : Petani Milenial Bakteri Merah Dedi Nursyamsi Syahrul Yasin Limpo