https://images.jurnas.com/img/conf-Jurnas_11.jpg

Golkar Kalsel Meradang Elite Jakarta Sokong Denny Indrayana

Aliyudin Sofyan | Kamis, 15/04/2021 10:31 WIB

Kedatangan para elite Jakarta ke Kalsel menjelang PSU pada 9 Juni wajar membuat masyarakat Kalsel curiga. Supian HK, Ketua Bappilu DPD Partai Golkar Kalimantan Selatan. Foto: jurnas.com

BANJARMASIN, Jurnas.com – Partai Golkar Kalimantan Selatan (Kalsel) meradang kepada para elite dari Jakarta yang berdatangan ke Kalsel menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Kedatangan para elite dari pusat itu diduga memberikan sokongan kepada Denny Indrayana dan mengeroyok Sahbirin alias Paman Birin.

“Kedatangan orang-orang pusat ke Kalsel harus menjadi perhatian seluruh masyarakat. Apalagi Denny Indrayana itu sebenarnya juga bagian dari orang pusat dan sudah ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh pihak Polri. Apakah mereka bakal megobok-obok dan menghabisi wilayah Kalsel sehingga harus datang beramai-ramai ke sini mendukung Denny?” kata Koordinator Bidang Pemenangan DPD Partai Golkar Kalsel, Puar Junaidi di Banjarmasin, Kalsel, Rabu (14/4/2021).

Menurut Puar, kedatangan para elite Jakarta ke Kalsel menjelang PSU pada 9 Juni wajar membuat masyarakat Kalsel curiga. “Ada apa di Kalsel ini sehingga elite-elite nasional itu ikut mengobok-obok Kalsel?” tanyanya.

Baca juga :

Puar pun menyentil instruksi Demokrat Pusat ke Demokrat Kalimantan Tengah untuk ikut membantu Denny Indrayana di Kalsel jelang PSU.

“Ya saya kira tidak etis instruksi yang dikeluarkan DPP mereka agar membantu di wilayah Kalsel," tegasnya.

Puar pun mempertanyakan motivasi para elite Jakarta yang ngotot untuk memenangkan Denny Indrayana di Kalsel.

“Apakah mereka terganggu karena tahun lalu Paman Birin tidak memperpanjang sekitar 600 izin pertambangan? Apakah mereka turun karena izin-izin tersebut dipangkas?" ujarnya.

Menurut Puar, masyarakat Kalsel harus waspada, jangan sampai terulang begitu banyak izin-izin pertambangan yang justru merusak alam Kalsel.

Puar juga meminta masyarakat mencermati Denny Indrayana yang terus berkoar menuding Paman Birin telah melakukan kecurangan dan politik uang melalui medsos, tapi tak pernah melapor ke Bawaslu Kalsel atau bahkan Bawaslu RI.

“Denny justru menggunakan cara-cara elite Jakarta yang merusak tatanan akhlak, adat dan dan budaya masyarakat Banua," tuding Puar.

Tak Gentar
Sementara itu, Supian HK, Ketua Bappilu DPD Partai Golkar Kalsel, menyatakan pihaknya siap menghadang berbagai manuver politik yang dilakukan para elite Jakarta yang mendukung Denny menyerang Paman Birin.

“Kalau mereka datang berempat akan kami datangkan 4 ribu. Mereka datang 10 akan kami datangkan 10 ribu,” tegas Supian.

Supian bahkan menyebut bahwa Golkar Kalsel tak gentar dengan manuver politik para elite Jakarta di Banua. “Para elite itu kan tidak punya hak suara. Mereka hanya datang, kemudian mengintervensi. Padahal masyarakat Banua belum tentu setuju dengan isu yang mereka bawa,” paparnya.

Menurut Supian, Denny dan pare elite Jakarta itu sebenarnya sejak awal galau karena mereka hanya berkekuatan tiga partai, yakni Gerindra, Demokrat dan PPP. Sementara Paman Birin yang merakyat didukung Sembilan parpol, yakni Golkar, PAN, PDIP, PKB, Nasdem, PKS, PKPI, PSI dan Perindo.

Supian yang juga Ketua DPRD Kalsel berharap masyarakat Kalsel tetap tenang serta menahan diri dari provokasi, demi menjaga Banua tetap kondusif seperti selama ini. Kejadian ribut di teras masjid Nurul Iman Pemurus Baru Banjarmasin Selatan, antara Tim Hukum Denny dengan warga saat Denny melakukan Subuh Keliling tak perlu terulang.

“Masyarakat tidak perlu resah menyikapi statement-statement yang dilontarkan Denny. Kejadian ribut di teras masjid juga jangan sampai terulang. Masyarakat jangan terprovokasi oleh manuver politik berkedok kegiatan agama,” katanya.

Pada akhirnya, Supian mengingatkan Denny Indrayana dan para elite Jakarta bahwa Banua terkenal memiliki banyak ulama dan merupakan daerah agamis.

“Maka janganlah berpolitik tidak sopan. Berpolitiklah dengan politik santun karena sebenarnya para elite justru harus menjadi tauladan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Seperti diberitakan berbagai media, elite Jakarta yang terjun ke Kalsel adalah Febri Diansyah, juru bicara KPK. Febri diduga membantu Denny dengan menggelar diskusi tentang politik uang di Cangkir Coffe, Pamurus Luar, Minggu (11/4/2021).

Kemudian Ahmad Muzani, Sekjen DPP Partai Gerindra yang berziarah politis bersama Denny Indrayana ke makam Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari atau Datu Kalampayan, di Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Kamis (1/4/2021).

Kemudian, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menginstruksikan elite Demokrat Kalteng masuk ke Kalsel untuk ikut membantu pemenangan Denny Indrayana.

TAGS : Golkar kalsel sahbirin denny indrayana