https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Jelang Nataru, Kementan Minta Distribusi Pangan Lancar

Supianto | Jum'at, 11/12/2020 12:46 WIB



Upaya menjaga ketahanan pangan tidak hanya meliputi aspek produksi dan konsumsi, tetapi juga menjaga aspek distribusinya. Stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) menjelang puasa dan lebaran 2018 di DKI Jakarta aman (Foto: Humastani)

Denpasar, Jurnas.com  - Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Hendriadi mengatakan, upaya menjaga ketahanan pangan tidak hanya meliputi aspek produksi dan konsumsi, tetapi juga menjaga aspek distribusinya.

"Produksi beras dan pangan lainnya cukup, tugas berikutnya adalah membantu mendistribusikan hasil produksi tersebut," ujar Agung dalam kunjungannya ke Pasar Mitra Tani Provinsi Bali, Kamis (10/12)

Agung mengarahkan agar TTIC/ Pasar Mitra Tani di Provinsi Bali dapat berperan penting dalam membantu mendistribusikan komoditas pangan dari daerah yang surplus ke daerah yang kekurangan.

Baca juga :
Ratusan Hektare Lahan KAI Disewakan untuk Program Ketahanan Pangan Nasional

Menghadapi natal dan tahun baru (Nataru), Agung meminta agar antisipasi sudah dimulai saat ini. Sebagai conton, menutup kekurangan dan menjaga kecukupan pasokan dan harga pangan tetap stabil.

Dia menekankan, sesuai arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo pada Rakor Kesiapan Pangan, Selasa (08/12) bahwa peningkatan konsumsi jelang Nataru perlu diperhitungkan dan dilakukan pemetaan kebutuhan pasokan.

Baca juga :
Ganjar Pranowo Pastikan Pasokan Pangan dan Kondusifitas Warga Terjaga

"Tiap minggu kita petakan kebutuhan pasokan, kita tahu wilayah mana yang merah/defisit atau hijau/surplus. Dari situ bisa kita liat daerah mana yang kurang, kemudian kita lakukan intervensi. Ini berarti distribusi pangan menjadi hal penting" tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana mengutarakan bahwa kondisi ketersediaan dan pasokan pangan di Bali dalam kondisi relatif aman.

Baca juga :
Inflasi Melandai, Momentum Bagus Jelang Nataru 2023

"Bali aman dari sisi pasokan maupun harga, PUPM yang kami kembangkan manfaatnya luar biasa. Begitu juga keberadaan PMT membantu stabilitas pasokan dan harga" ungkapnya.

PMT Provinsi Bali melayani kebutuhan pangan bagi masyarakat baik melalui pembelian langsung, maupun melalui pemesanan daring.

"Awal Desember 2020 lalu kita sudah resmikan kerja sama dengan Gojek dengan fasilitas bebas ongkir bagi pemesan dengan jangkauan jarak maksimal 25 km," terangnya.

Dia juga menyebut layanan belanja online bahan pangan melalui layanan GoFood untuk  membeli berbagai bahan pangan pokok di lokasi Pasar Mitra Tani/TTIC di 4 Kabupaten/Kota di Bali, Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan.

Terkait dengan layanan PMT di masa pandemi, Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Risfaheri mengungkapkan layanan online bekerja sama dengan marketplace merupakan upaya inovatif untuk menyediakan pangan yang murah dan berkualitas.

"Dengan layanan pesanan online di PMT, kita terus upayakan agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan di masa pandemi ini, tanpa harus keluar rumah," ungkapnya.

Dia juga mengatakan, jelang Nataru PMT di seluruh Indonesia melaksanakan bazar online hingga awal tahun 2021 agar pasokan aman dan tetap terjaga.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Agung Hendriadi Ketahan Pangan Jelang Nataru Agung Hendriadi

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777