https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Banyak Negara Tak Bayar Iuran, PBB Krisis Uang Tunai

Redaksi | Jum'at, 03/04/2020 11:19 WIB



Antonio Guterres menyatakan saat ini terjadi krisis uang tunai, karena tidak dibayarnya iuran oleh negara-negara anggota. Ilustrasi uang tunai

New York, Jurnas.com - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyatakan saat ini terjadi krisis uang tunai, karena tidak dibayarnya iuran oleh negara-negara anggota.

Dikutip dari Associated Press pada Jumat (3/4), kondisi itu semakin diperburuk oleh pandemi virus corona baru (Covid-19) di seluruh dunia.

Dalam suratnya kepada 193 negara anggota, Guterres menyebut bahwa pembayaran yang tidak terpenuhi untuk operasi anggaran rutin telah mencapai US$2,27 miliar.

Baca juga :
Hampir 5.000 Warga Kuba Bertempur di Ukraina, AS Desak Hindari Havana di PBB

"Dan kami tidak memiliki indikasi yang jelas kapan pembayaran ini dapat diterima," ujar Guterres, sembari mengungkapkan bahwa Amerika Serikat telah berutang US$486,7 juta.

Dia mengumumkan pembekuan sementara perekrutan, mendesak semua negara untuk membayar iuran, dan mengadopsi langkah-langkah untuk memungkinkan PBB lebih baik mengatasi krisis uang tunai.

Baca juga :
PBB Terus Jalin Kontak dengan AS Soal Rencana Perdamaian di Gaza

Guterres mengatakan PBB mengakhiri 2019 dengan tunggakan US$711 juta, "tingkat tertinggi selama satu dekade dan peningkatan 34 persen pada 2018."

"Tunggakan tingkat tinggi ini sekarang diperparah oleh penurunan tajam dalam pembayaran penilaian oleh negara-negara anggota, yang saat ini berdiri di 42 persen dibandingkan dengan 50 persen pada saat ini di tahun-tahun sebelumnya," kata dia.

Baca juga :
PBB Berlakukan Sanksi Nuklir Lagi, Kondisi dalam Negeri Iran Terpecah

Anggaran operasional tahunan PBB untuk tahun 2020 adalah hampir US$3,1 miliar, dan Guterres mengatakan kesenjangan antara yang direncanakan dan yang sebenarnya sudah lebih dari US$220 juta.

"Cadangan tunai saat ini sekitar US$ 1,4 miliar hampir tidak cukup untuk mempertahankan operasi lapangan sampai akhir Juni, dan tidak memungkinkan hampir US$ 1,1 miliar pembayaran untuk pasukan dan polisi yang berkontribusi negara untuk siklus triwulanan Maret dan Juni," tandas Guterres.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Krisis Uang Tunai PBB Antonio Guterres

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777