https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

AS Tegaskan Tidak akan Longgarkan Sanksi di Iran

Supianto | Kamis, 12/09/2019 09:43 WIB



Amerika Serikat (AS) tegaskan tidak akan melonggarkan sanksi terhadap Iran di tengah ketegangan antara Washington dan Teheran. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Washington, DC, 1 Agustus 2019. (Foto: AFP)

Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, tegaskan tidak akan melonggarkan sanksi terhadap Iran di tengah ketegangan antara Washington dan Teheran.

Sikap tegas itu disampaikan bersama istrinya, Melania Trump, di sebuah acara di Kantor Oval Gedung Putih, Rabu (11/9).

"Kita akan melihat apa yang terjadi. Kita akan melihat apa yang terjadi. Saya pikir Iran memiliki potensi dan saya pikir Korea Utara adalah dua negara yang sedang kita hadapi saat ini pada tingkat yang sangat tinggi," ujar Trump.

Baca juga :
PHK Massal Pegawai Federal Segera Dilakukan Jika Trump Gagal Negosiasi

"Saya pikir Iran memiliki potensi yang luar biasa. Mereka adalah orang-orang yang luar biasa. Kami tidak ingin melakukan perubahan rezim. Kami hanya berharap dapat membuat kesepakatan dan jika kami tidak dapat membuat kesepakatan itu juga baik-baik saja. OK? Itu baik-baik saja juga Tapi, saya pikir mereka harus membuat kesepakatan," sambungnya.

Pernyataan Trump Tak lama setelah ia memecat Penasihat Keamanan Nasionaln AS, John Bolton, yang sudah memimpikan perang terhadap Iran selama bertahun-tahun.

Baca juga :
Upaya Akhiri Penutupan Pemerintah Gagal, Trump Bekukan Bantuan Chicago

"Kita tidak bisa membiarkan Iran memiliki senjata nuklir, dan mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir," katanya.

"Jika mereka berpikir tentang pengayaan, mereka bisa melupakannya. Karena itu akan sangat berbahaya bagi mereka untuk diperkaya. Sangat, sangat berbahaya, oke?" tambahnya.

Baca juga :
Pembatasan Visa Trump Dorong Perusahaan AS Alihkan Pekerjaan ke India

Sejak mengeluarkan AS dari kesepakatan 2015 dengan Iran, Trump memulai kampanye tekanan maksimum melawan Republik Islam.

Sebagai tanggapan, Iran telah mengurangi beberapa komitmennya di bawah Rencana Aksi Komprehensif Bersama.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Sanksi Ekonomi Amerika Serikat Donald Trump

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777