https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Bahrain Sambut Keputusan Australia Akui Yerusalem Ibu Kota Israel

Supianto | Minggu, 16/12/2018 21:49 WIB



Israel memiliki hak untuk membela diri terhadap Iran, yang Bahrain menyalahkan karena memicu kerusuhan di dalam perbatasannya. Menteri Luar Negeri Bahrain, Khalid bin Ahmed al-Khalifa (Foto: Faisal Al Nasser/Reuters)

Bahrain - Menteri Luar Negeri Bahrain, Khalid bin Ahmed al-Khalifa membela keputusan Australia mengakui Yerusalem Barat sebagai ibukota Israel. Ia menyebut langkah itu tidak mempengaruhi pembentukan negara Palestina, dimana Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.

Awal bulan ini, setelah Israel melancarkan operasi militer untuk menghancurkan terowongan lintas-perbatasan yang dibangun oleh Hizbullah dari Libanon ke Israel, Khalifa mengeluarkan pernyataan yang menyebut terowongan itu sebagai ancaman bagi stabilitas Lebanon.

Ia juga sebelumnya mengatakan, Israel memiliki hak untuk membela diri terhadap Iran, yang Bahrain salahkan karena memicu kerusuhan di perbatasannya.

Baca juga :
Menko Muhaimin Beber Kriteria Penerima Bantuan Rehabilitasi Bangunan Ponpes

Pada Sabtu (15/12) Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, secara resmi mengakui Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel. Negara itu menjadi satu dari sedikit pemerintahan di seluruh dunia yang mengikuti jejak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

"Australia sudah mengakui Yerusalem Barat, yang merupakan tempat kedudukan Knesset dan banyak lembaga pemerintahan sebagai ibu kota Israel," kata Morrison di Sydney.

Baca juga :
Wamensos Minta Pemda Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen
Liga Arab mengeluarkan pernyataan yang mengkritik keputusan Australia yang secara terang-terangan bias terhadap posisi dan kebijakan pendudukan Israel, tetapi FM Bahrain tidak setuju.

"Sikap Australia tidak berdampak pada tuntutan Palestina yang sah, pertama di antara mereka adalah Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina, dan itu tidak bertentangan dengan Prakarsa Perdamaian Arab," katanya lewat akun Twitternya.

Baca juga :
Desa Terancam Dilelang, Mendes Segera Konsultasi ke Kejagung dan Kemenkeu

Status Yerusalem, rumah bagi situs suci bagi agama Muslim, Yahudi dan Kristen, adalah salah satu hambatan terbesar bagi perjanjian damai antara Israel dan Palestina, yang ingin mengakui Yerusalem Timur  sebagai ibu kota negara Palestina.

Sementara, Israel menganggap semua Yerusalem sebagai ibukotanya, termasuk sektor timur yang dianeksasi dalam sebuah langkah yang tidak diakui secara internasional, setelah perang 1967.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Tepi Barat Yerusalem Timur Australia Bahrain

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777