https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kolaborasi Pelaku Ekosistem Fashion di Ciffest 2018

Eka Wahyu Pramita | Minggu, 23/09/2018 18:07 WIB



Mengusung tema “Bangga Menggunakan Karya Anak Negeri”, Ciffest 2018 mempersembahkan hasil kolaborasi dengan Animakini 2018. Ciffest fokus pada penguatan pondasi dalam strategi pengembangan industri mode (Foto: Ciffest)

Jakarta - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Creative Labs bekerjasama dengan Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta (IKJ) kembali menyelenggarakan Cikini Fashion Festival (CIFFEST) pada tanggal 21-22 September 2018 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.

Di tahun kedua penyelenggaraan CIFFEST ini diarahkan dapat memperkuat peran sebagai barometer perkembangan terkini subsektor ekonomi kreatif fashion di tanah air.

Ciffest ditujukan sebagai sebuah forum atau temu pelaku ekonomi kreatif fashion untuk mensinergikan kolaborasi dan komunikasi yang dapat meningkatkan jejaring kerjasama, produktivitas, dan kompetensi ekonomi kreatif fashion di Indonesia.

Baca juga :
Demi Pernikahan Impian Putri Disney dengan Benny Blanco, Selena Gomez Butuh Tiga Gaun Pengantin

Direktur Riset dan Pengembangan Bekraf, Dr. Ir. Wawan Rusiawan, M.M.
merekomendasikan strategi, solusi, dan program pengembangan ekonomi kreatif fashion Indonesia.

"Kami berharap mengakselerasi pertumbuhan fashion di tanah air yang bermuara pada menjadikan fashion nasional sebagai acuan fashion global," ungkap Wawan.

Baca juga :
Desainer Indonesia Pamerkan Koleksi `Cocoon` di Montreal Fashion Week

Tujuan ini diharapkan dapat menjadi prakarsa strategis dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif fashion di lini rantai nilai kreasi, produksi, dan konservasi. Aspek kekinian dan kreativitas akan lekat dan menjiwai dalam luaran Ciffest yang berupa data, karya, temuan riset dan kepakaran.

"Pentahelix fashion (pemerintah, akademisi, bisnis, komunitas, dan media) dapat memetik manfaat dari luaran CIFFEST sebagai sumber inspirasi dan pengetahuan bagi pengembangan fashion domestik dan global di masa depan,” ujar Wawan.

Baca juga :
Menderita Pakai Gaun Permata Seberat 13 Kg, Ini yang Diminta Jenna Ortega pada Penata Gayanya

Ciffest fokus pada penguatan fondasi dalam strategi pengembangan industri mode yang mengacu pada kekayaan budaya lokal untuk mencapai cita-cita bersama, yaitu menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat mode dunia.

Konsep kekuatan lokal diperkuat dengan kepedulian sosial dan lingkungan serta dipresentasikan melalui ethical dan sustainable fashion. Penerapan juga ditampilkan melalui busana muslim dalam kaitan menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat fashion muslim dunia.
 
Dr. Indah Tjahjawulan, Dekan Fakultas Seni Rupa IKJ Dr Indah Tjahjawulan mengatakan Ciffest merupakan kegiatan lanjutan dalam rangka mensosialisasikan Grand Strategy dan Roadmap Pengembangan Ekonomi Kreatif Fashion Indonesia yang merupakan hasil pengembangan BEKRAF Creative Labs bekerjasama dengan IKJ, institusi pendidikan yang ditunjuk sebagai Pusat Unggulan ekonomi kreatif subsektor fashion.

"IKJ sebagai sebuah pendidikan tinggi, mengharapkan dengan adanya kegiatan ini, program studi Mode Fakultas Seni Rupa IKJ dapat berkembang pesat dari segi keilmuan, dan berperan aktif dalam industri fashion di Indonesia,” jelas Indah.

Acara kolaboratif ini digelar secara bersamaan dengan Animasi Cikini (ANIMAKINI) 2018 yang merupakan bagian dari program BEKRAF Creative Labs. 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Ciffest 2018 Bekraf Animasi Fashion

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777