Bahaya, Gerakan "Rush Money" Ancam Sektor Ekonomi

Jum'at, 18/11/2016 16:59 WIB

Jakarta - Isu gerakan penarikan uang secara besar-besaran atau rush money pada 25 November 2016 di media sosial (Medsos) dinilai berbahaya dan mengancam perekonomian nasional.

Ketua DPR RI Ade Komarudin (Akom) mengatakan, munculnya rush money pada 25 November telah membuat keresahan masyarakat terutaman di bidang ekonomi.

"Dampaknya sangat merugikan perekonomian nasional, membuat bangsa ini menjadi tidak stabil terutama dibidang ekonomi. Itu sangat membahayakan. Tindakan yang kriminal, tindakan yang tidak terpuji, dan menurut saya tidak bertanggungjawab," kata Akom, di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (18/11).

Untuk itu, Ia meminta aparat penegak hukum untuk menyelidiki terkait gerakan penarikan uang tersebut. "Saya meminta aparat penegak hukum untuk menyelidiki siapa yang melakukan itu," tegasnya.

Sebelumnya, gerakan rush money berkembang bersamaan dengan rencana aksi demonstrasi kasus dugaan penistaan agama oleh Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, pada 25 November 2016.

TERKINI
Konsumsi Sayuran Ini untuk Bantu Proses Pencernaan 7 hobi yang Disebut Bisa Memperpanjang Umur, Benarkah? Siapakah Penduduk Pertama Tanah Palestina? Bolehkah Langsung Salat Setelah Mandi Junub Tanpa Wudhu?