Sahroni Kecam Dukungan Taliban di Indonesia: Polisi Harus Tumpas

Senin, 23/08/2021 12:58 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Kembalinya Taliban ke tampuk kekuasaan di Afghanistan menyebabkan kekhawatiran akan munculnya kembali aksi terorisme dan ekstrimisme di banyak negara, tak terkecuali Indonesia.

Menurut mantan pengikut Jemaah Islamiyah (JI) di Indonesia Nasir Abbas, kemenangan Taliban ini banyak dirayakan oleh sisa-sisa JI di Indonesia, karenanya pemerintah perlu meningkatkan kewaspadaannya.

Menanggapi fenomena ini, Wakil Ketua Komisi III DPR RI asal Fraksi Partai NasDem Ahmad Sahroni mengecam keras munculnya dukungan terhadap Taliban di Indonesia. Menurutnya, Taliban jelas-jelas merupakan kelompok terorisme yang tidak patut didukung.

“Taliban adalah kelompok teroris yang nyata. Track record jahat mereka sudah jelas. Sehingga menurut saya tidak ada alasan untuk kita mendukung mereka. Apalagi atas nama agama Islam. Saya tidak rela agama Islam dijadikan alasan untuk mendukung Taliban,” ujar Sahroni, kepada wartawan, Senin (23/8).

Lebih lanjut, Sahroni juga meminta kepada masyarakat agar meriset lebih jauh tentang sapak terjang Taliban di Afghanistan. Menurutnya, hal ini penting agar tidak terjadi misinformasi.

“Saya juga mengimbau, bagi orang-orang yang sempat berstatement mendukung Taliban, apalagi sampai ada yang menyamakan Taliban dengan pasukan Rasulullah, untuk segera menarik ucapannya dan mencari informasi yang lebih teliti. Jangan sampai salah informasi,” sambungnya.

Terakhir, Sahroni juga meminta kepada BIN dan Kepolisian untuk menyelidiki lebih lanjut serta tak ragu untuk bertindak tegas dalam menumpas benih-benih pendukung Taliban di Indonesia.

“Saya minta pada BIN dan Kepolisian untuk tegas menumpas benih-benih pendukung Taliban di Indonesia. Taliban yang sesungguhnya, bukan Taliban-Taliban hasil gorengan politik Indonesia,” demikian Sahroni.

TERKINI
Besok 1 Juni, 34.853 Haji Indonesia Kembali ke Tanah Air Israel Caplok Situs Budaya Kastel Beaufort di Lebanon Selatan IRGC Sebut Tembak Jatuh Drone AS yang Melintasi Perairan Iran Berkaca dari Perang Irak, Trump Sebut AS Tak akan Ganggu Militer Iran