Sindir SBY, PKB Imbau Ahok Hati-hati

Kamis, 17/11/2016 15:32 WIB

Jakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok diminta untuk berhati-hati dalam melontarkan setiap pernyataan. Sebab, pernyataan seorang pemimpin atau pejabat negara memiliki konsekuensi yang cukup besar di masyarakat.

‎Sekretaris Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Syaiful Bahri Anshori mengatakan‎, seorang pemimpin harus bisa meredam situasi dan kondisi politik. Sehingga tidak menimbulkan polemik di tengah-tengah masyarakat.

"Seorang pemimpin itu harus hati-hati, tidak membuat masyarakat itu gemas. Sejauh ini kan Ahok enggak terkontrol," kata Syaiful, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (17/11).

Hal itu menanggapi pernyataan Ahok yang menyindir Presiden keenam sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ahok menyatakan, seorang yang melontarkan ucapan `Lebaran Kuda` bisa dijerat pasal penistaan agama, sebagaimana yang dialaminya saat ini.

Untuk itu, Ia berharap, agar masyarakat jernih dalam menanggapi situasi politik yang saat ini sedang berkembang. Menurutnya, persatuan dan kesatuan bangsa harus menjadi utama.

"Terlalu murah isu Ahok ini membuat bangsa terpecah-pecah," tegas Anggota Komisi I DPR itu.

Diketahui, SBY mengatakan, jika tuntutan masyarakat pada demonstrasi 4 November 2016 tidak didengar pemerintah, maka sampai lebaran kuda bakal ada unjuk rasa terkait kasus Ahok. Hal itu disampaikan SBY saat jumpa perr, di Kediamannya, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (2/11).

TERKINI
Ilmuwan Temukan 600.000 Protein Mikroba Pemakan Plastik di Seluruh Bumi Apa Itu Super El Nino? Ini Prediksi Terbaru dan Dampaknya ke Dunia Negosiator Iran Sebut Pembicaraan dengan AS Tunjukkan Kemajuan Kementerian LH: TPA Wajib Hentikan Open Dumping Paling Lambat Agustus 2026