Rabu, 18/08/2021 15:05 WIB
Hong Kong, Jurnas.com - Polisi Hong Kong menangkap empat mahasiswa atas dugaan mendukung terorisme, setelah serikat mahasiswa bulan lalu meloloskan mosi atas kematian seorang pria berusia 50 tahun yang menikam seorang polisi, sebelum akhirnya bunuh diri.
Seorang petugas polisi ditikam dari belakang pada 1 Juli, saat bertugas dengan polisi lain untuk mencegah demo peringatan kembalinya Hong Kong ke pemerintahan China pada 1997.
Pria itu kemudian menikam dirinya sendiri di dada dengan pisau dan meninggal di rumah sakit. Sementara polisi yang ditikam menderita cedera paru-paru, tapi selamat.
Tak lama setelah serangan itu, lusinan anggota serikat mahasiswa Universitas Hong Kong mengeluarkan mosi, untuk memperingati kematian pria berusia 50 tahun itu dan menghargai pengorbanannya.
Kemkomdigi Imbau Masyarakat Makin Cermat Periksa Konten di Ruang Digital
Ancaman Terorisme Digital, Anak dan Perempuan Target Perekrutan
Negara-Negara Teluk Kutuk Serangan Bom di Ibu Kota Suriah
"Mosi tersebut sangat mengejutkan," kata Inspektur Senior Steve Li kepada wartawan dikutip dari Reuters pada Rabu (18/8).
"Mereka mencoba merasionalisasi dan memuliakan terorisme, dan mendorong orang untuk mencoba bunuh diri," sambung dia.
Li mengatakan keempat mahasiswa yang ditangkap berusia 18-20, dan polisi akan menginterogasi para mahasiswa yang memilih mendukung mosi tersebut. Polisi Hong Kong tidak menyebut nama orang yang sedang diselidiki.